Gubernur Bali Made Mang-ku Pastika meminta dengan tegas agar masing-masing ang-gota DPRD Provinsi Bali me-ngawasi pembangunan rumah bagi orang miskin dalam program bedah rumah. “Program bedah rumah sebelumnya sangat tidak efektif karena menggunakan tender. Nilai uang untuk sebuah rumah sehat seharga Rp 26 juta. Namun, bila dihitung, sebenarnya uang tersebut yang benar-benar terpakai untuk membangun rumah hanya Rp18 juta.
Yang lainnya menguap di tangan kontraktor, pemborong, tukang, dan sebagainya. Belum lagi, ada keluhan dari kontraktor yang mengaku dipalak preman kampung, tokoh masyarakat, dan sebagainya,” ujarnya, dalam audiensi dengan masya-rakat Bali di Gedung wantilan DPRD Bali, Renon, Denpasar. Bila diawasi langsung oleh anggota DPRD Bali, pemba-ngunan rumah untuk program bedah rumah bagi warga miskin tidak perlu ditenderkan lagi.
Sekalipun pembangunan rumah bagi warga miskin dia-wasi dan dikerjakan langsung oleh masing-masing anggota DPRD Bali, seluruh proses dan mekanisme harus dilakukan. Pertama, masing-masing angg-ota DPRD Bali perlu mem-bentuk panitia pembangunan rumah bagi warga miskin. Uang yang akan dipakai untuk membangun rumah tersebut akan ditransfer bukan ke reke-ning pribadi anggota, tetapi ke rekening panitia pengerjaan rumah tersebut.
“Masing-masing anggota dewan akan membangun 15 unit rumah bagi orang miskin dengan total harga per unit sebanyak Rp20 juta. Itu berarti masing rekening anggota de-wan atau penitia yang dibentuk akan ditransfer sebesar Rp300 juta,” ujarnya.
Kedua, uang jumlah uang tersebut tidak ditransfer secara serentak, tetapi akan ditransfer dalam tiga tahap. Transfer pertama hanya 40% dari Rp300 juta. Setelah itu akan ditransfer lagi sebesar 30% setelah kondisi pekerjaan mencapai 70%. Dan transfer terakhir sebesar 30% setelah seluruh proses pemba-ngunan selesai. Hal ini dilaku-kan agar duit yang dikirim tidak tergoda untuk digunakan bagi kepentingan lainnya.
Saat ini jumlah anggota DPRD Bali sebanyak 55 orang. Bila per orang melakukan penga-wasan sebanyak 15 unit pem-bangunan rumah, jumlah yang akan dibangun adalah 825 unit rumah untuk tahap pertama. Pembangunan tersebut akan dievaluasi secara berkala. “Bila ternyata efektif, akan terus dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan pola yang sama sampai seluruh warga miskin di Bali yang tidak memiliki rumah yang layak tuntas,” ujarnya.
Saat ini Pemprov Bali sudah berhasil membangun rumah layak huni sebanyak 2725 unit. Rencananya pemerintah akan membangun sebanyak 5.000 unit . >> Nyoman AP

