Jadikan Catatan Pembangunan Kilang Minyak Mini Di Darat !

Natuna, (MR)
Kunjungan Kerja Sejumlah Menteri di Kabupaten Natuna, bakal membawa perubahan bagi perekonomian dan pembangunan di kabupaten Natuna.

Permintaan masyarakat Natuna agar, Kilang Mini, dibangun di darat, mendapat respon positif dari Menkopolhukam Wiranto, kala itu melakukan dialog pers dengan sejumlah media, mengatakan akan menjadikan ini sebagai catatan.
Konteks pertanyaan ini sebenarnya bukan saya yang menjawab, kebetulan Menteri ESDM tidak ikut, tapi akan saya jadikan catatan, ungkap Wiranto di gedung VIP TNI AU 8 Maret lalu.

Kita ketahui, semula pembangunan Kilang Minyak Mini bakal dilakukan ditengah laut. Namun seiring berjalan waktu, masya-rakat Natuna, meminta Kilang tersebut di bangun di darat, gunanya untuk membuka lahan pekerjaan bagi putra daerah.

Wiranto hadir di Kabupaten Poros tengah Negara Asean itu, selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), untuk melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) Tahun 2017.

Turut mendampingi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menhan Ryamizar Ryacudu, Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, Menkominfo Rudiantara, Menhub Budi Karya, Kasum TNI, Asop Kapolri, Wakasad, Wakasal, Wakasau dan lainnya.
Dari pemerintah daerah, tampak hadir, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Dandim 0318 Natuna Letkol Ucu Yustiana, Kapolres Natuna AKBP Charles P Sinaga.

Kilang pengelolaan migas Natuna, Pemerintah RI akan membangun ditengah laut, atau kawasan Blok East Natuna pada 2017. Namun kilang dibangun skala mini, atau berkapasitas sekitar 20.000 barel per-hari, dengan investasi sekitar Rp250 milyar.

Menurut Dirjend Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, kapasitas kilang minyak mini ini, disesuaikan dengan produksi Migas Blok East Natuna, diperkirakan sekitar 7000 – 15.000 barel per-hari.

Rencananya, kilang minyak mini akan di bangun di tengah laut, agar dapat dipergunakan migas blok Natuna lainnya, serta demi kedaulatan negara. “Soal teknologi, saya rasa tidak menjadi masalah, karena telah tersedia,” kata Wirat, di website.esdm.go.id Agustus tahun lalu.

Namun Wirat mengakui, belum ada negara lain membangun kilang minyak mini di tengah laut, mengingat biaya relatif mahal, jika dibandingkan, membangun kilang di darat. Lagi pula, membangun kilang mini di tengah laut, keuntungan diperoleh sangat kecil, malah mungkin merugi. Sebab semakin besar kilang dibangun, semakin besar keuntungan diperoleh.

Diperkirakan diperlukan waktu tiga tahun, kandungan minyak berproduksi atau sekitar 2019. Minyak berproduksi, rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di sekitar Natuna, antara lain sebagai bahan bakar kapal TNI. Apalagi Natuna ditetapkan, sebagai Daerah Pertahanan.

“Blok East Natuna memiliki dua level, diatas gas, dibawah minyak. Cadangan gas di Blok East Natuna diperkirakan 4 kali lipat dari Blok Masela, Maluku,” kata Wirat. “Untuk pengembangan gas.

Pertamina sedang lakukan kajian teknologi dan marketreview dengan memakan waktu dua tahun. Dengan adanya peryataan surat ini, ditambah dengan tingginya amino masyarakat meminta pembangunan kilang Minyak Mini dilakukan di darat, bukan tidak mungkin, ada secercah harapan bagi warga Natuna. Catatan Menkopolhukam ini, bisa membawa Natuna kearah yang lebih baik lagi. >>Roy

Related posts