Proyek Bencana Alam Tidak jelas “Anggota DPRD Banyak Urusan”

Halut-Maluku Utara,(MR)

Proyek Bencana alam melalui dana APBN dan di harapkan pemerintah dapat membantu masyarakat dari ancaman banjir bandang yang seketika datang di sungai mede desa Popilo kecamatan Tobelo Utara Kabupaten Halmahera Utara  kini dengan keberadaan mega proyek tersebut menda-tangkan banyak kekecewaan dari masyarakat di 3 desa.

Soalnya, Mega proyek Talud sepanjang 600meter dan kontsruksinya di perkirakan berkekuatan 20 tahun tersebut tidak tahan lama alias telah ambruk di porak porandakan banjir bandang sekitar 200meter beberapa waktu lalu.

Pantauan media rakyat saat mengunjungi lokasi proyek tersebut, memang proyek itu tidak sesuai. ini dikarenakan metode yang digunakan tidak masuk akal, sebagaimana pada timbunan yang seharusnya menggunakan tanah, sebalik-nya dalam pengerjaan-nya menggunakan pasir yang di ambil secara gratis dari dasar sungai mede. “Proyek ini seperti proyek illegal dan tidak jelas, karena papan proyek tidak ada. kami juga tidak tau pelaksana proyeknya dari mana, nilainya berapa dan dibangun oleh kabupaten atau propinsi. Pada-hal masyarakat sangat meng-inginkan keberadaan proyek talud tersebut, besar harapan masyarakat proyek itu dapat mencegah masyarakat dari bencana banjir bandang,” tukas Mustamin salah warga popilo.

Kepala desa popilo kepada media rakyat baru-baru ini, meminta agar DPRD-Provinsi Maluku Utara segera melaku-kan monitoring di lapangan “ Saya selaku kepala desa meng-inginkan agar anggota DPRD Provinsi Dapil Halmahera Utara supaya dapat secepatnya turun lokasi untuk melihat kami yang berada di desa, dimana kami sangat terancam oleh banjir bandang yang seketika datang, ini karena proyek yang baru dibangun telah ambruk dan tidak jelas siapa yang berada di belakangnya. pokoknya sangat meresahkan warga,”

Lanjut dia bahwa anggota DPRD jangan hanya duduk di tempat, jangan hanya pada saat ada kepentingan di desa baru tiba setelah itu pergi tanpa meninggalkan jejak, kalau bisa segera datang dan lihat kepen-tingan masyarakat banyak. ungkap dia agak kesal.

Sementara itu Anggota DPRD-Provinsi Maluku Utara Dapil Halmahera Utara Umar Bopeng dan Syamsul Hadi tidak dapat ditemui kata salah satu staff kantor DPRD yang tidak menyebutkan namanya bahwa “Kantor lagi sepi, anggota dewan yang di maksud sedang ada urusan keluar daerah, mungkin agak lama datangnya karena banyak urusan,” kata staf tadi, sedikit ketawa seakan menyembunyikan keberadaan atasannya. >> Gun/Yun

Related posts