Saleha : Yang Saya Terima Tinggal Dampaknya Soal Dana Rp 53 Miliar dan Sertfikasi Guru

Bombana, (MR)
Pj. Bupati Bombana, Sulawesi Tenggara, Hj.Sitti Saleha, SE., M.Si menepis tudingan yang mengatakan dirinyalah penyebab tidak turunnya dana sebesar Rp 53 miliar dan dana sertfikasi guru se-Kabupaten Bombana. Seba-gaimana diketahui, sebanyak Rp 53 miliar Dana Alokasi Kusus (DAK) dan Dana Sertif-ikasi Guru Triwulan IV, Tahun 2016 tidak ditransfer Pemerintah Pusat. Tidak turunnya dana tersebut menyebabkan Pemda Bombana harus berutang, karena tidak dapat membayar para kontraktor DAK dan sertfikasi guru.

Menurutnya, tak sedikitpun andilnya yang menyebabkan dana tersebut tidak turun ke Bombana. Alasannya, dia hadir di Bombana sebagai Pj. Bupati di akhir Tahun 2016 saat semua kegiatan telah berjalan. Namun, dia terpaksa menanggung akibatnya dan harus menerima dampak dari semua itu, berupa aksi demontrasi dan tudingan miring yang dialamatkan kepadanya.

“Kita sekarang mempunyai utang Rp 53 miliar, itu kerena apa?. Dana sertifikasi guru demikian pula, itu tidak turun di triwulan IV. Katanya ini berantakan setelah Pj (Bupati, red.).

Yang bikin berantakan sebenarnya siapa?. Saya tinggal menindaklanjuti, saya tinggal menghabiskan berapa bulan di akhir tahun 2016. Semuanya sudah dilaksanakan, yang saya terima tinggal dampaknya. Demo,” kata Saleha saat memberi sambutan pada Pencanagan Bulan Bhakti Gotong Royong ke-14 tingkat Kabupaten Bombana, Senin (27/2).

“Katanya, kesalahan ini adalah Pj (Bupati, red.). Saya ini putra daerah pak, salah satu yang melahirkan, yang meng-urus Bombana ini ter-bentuk. Tidak ada niat saya untuk datang mengobrak-akbrik negeri ni. Tidak ada niatan saya untuk menciderai negeri ini dan masyarakat. Sama sekali tidak ada niat saya. Nawaetu saya ikhlas pak. Tapi ketika kesalahan itu semuanya dituju-kan kepada saya, ya saya terima dengan lapang dada, saya hanya berdoa mudah-mudahan yang tuduh saya itu dia kembali ke dirinya,” ujarnya.

Namun demikian, Saleha mengingatkan, kalau semua dituduhkan kepadanya selama ini pada akhirnya akan terjawab. “Tapi nantilah, saya kira ini akan berproses,” tandasnya. “Sekarang kita menghadapi untuk melunasi utang kita yang Rp 53 miliar. Dari mana sumbernya? PAD kita nol. Lalu pertanyaannya, sekarang kita mau tutupi pake apa? Otomatis kita mengambil sumber dari DAU,” tambahnya. >>HT

Related posts