Fantastis!!! Jawa Timur Ekspor Ikan Lele Ke Mancanegara

Ir. Heru Tjahjono, MM., Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Prov. JatimSurabaya, (MR)
Jawa Timur adalah salah satu Provinsi yang memprodusen ikan lele terbanyak diIndonesia. Produksi ikan lele dihasilkan dari cara pembudidayaan, bahkan sudah ada pelaku usaha budidaya lele yang mengekspor ke mancanegara.

Menurut Kadis Kelautan dan Perikanan Prov. Jatim Heru Tjahjono beberapa waktu yang lalu. Bahwa, di setiap kabupaten maupun kota di jawa timur terdapat pelaku usaha budidaya ikan lele, namun, pembudidaya terbesar yakni di daerah Kabupaten Tulungagung, Madiun, Jombang, Malang, Mojokerto, Ponorogo, Trenggalek, Bojonegoro, Magetan, Lumajang, Bangkalan, dan Pasuruan.

Masi Heru, menurut keterangannya.. Bahwa sudah ada serifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) serta sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), yang diterapkan bagi unit usaha pembenihan Untuk di Jawa Timur.

Dari data dan informasi yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jatim, bahwa Jumlah produksi Ikan lele terus mengalami kenaikan dalam kurun waktu selama tiga tahun terakhir. Pada 2012, jumlah produksi ikan lele mencapai 62.807 ton. Di 2013, meningkat menjadi 79.927,5 ton. Sedangkan di Tahun 2015 akhir, produksi ikan lele menembus angka 96.830,1 ton.

Pembudidaya lele di Jawa Timurmencapai sekitar -+ 46 ribu orang. Sedangkan untuk pengesporan, “Yang diekspor sekitar 2 ribu ton atau senilai sekitar 6 juta dolar Amerika. Yang lainnya dikonsumsi di dalam negeri. Sedangkan tujuan ekspor seperti Italia, Prancis, Korea, Jepang,”.

Namun, lele yang dieskpor harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan oleh negara tersebut yakni, ukurannya minimal 600 gram per ekor. Harus memenuhi syarat mutu, bebas Ecoli, salmonella (bakteri), Vibrio. Sedangkan secara kimia, ikan lele kualitas ekspor harus bebas dari logam-logam berat yang berbahaya seperti Pb (timbal), Hg (mercuri), dan unsur tembaga (Cu). Serta bebas dari kotoran.

“Tuntutan pasar global akan produk perikanan budidaya adalah keamanan pangan (food safety). Artinya, hasil perikanan budidaya diharapkan aman untuk dikonsumsi sesuai persyaratan pasar,” ujarnya. “Sebagai konsekuensi meningkatnya perdagangan global, produk perikanan budidaya Indonesia harus mempunyai daya saing, baik dalam mutu produk maupun efisensi dalam produksi,” jelasnya

Di tempat terpisah, menurut keterangan Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, Sih Hatin , bahwa untuk produksi ikan lele sebanyak 96.830,1 ton nilai nominalnya sekitar Rp 1,8 triliun, jika di asumsinkan nilainya Rp 13-14 ribu per kilogram.

“Dari sisi penjualan, ikan lele cukup bagus. Dari sisi gizi, ikan lele juga memiliki gizi yang tinggi,” tuturnya sambil menambahkan, kandungan ikan lele kaya akan asam lemak omega 3, protein, vitamin B12, kaya akan fosfor (memberi energi dalam metabolisme lemak dan pati, yang dapat menunjang kesehatan gusi dan gigi serta membantu sistesis DNA), membantu kesehatan kardiovaskuler, membuat jantung dan otak sehat. “Ikan lele baik untuk pembentukan tulang dan gigi, dapat membantu menurunkan tekanan darah. Juga dapat mempercepat proses penyembuhan luka,” tandasnya. >>Fir

Related posts