Proyek pekerjaan jalan lingkungan (Jaling) kampung Ciherang Rt 015/006 desa Sukajadi Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi, dalam pelaksanaannya diduga kuat telah menyalahi ketentuan. Hal itu terlihat dari pemasangan papan bagesting yang ditanam kedalam tanah, sehingga mencuri ketebalan. Pasalnya, selain pekerjaan dilokasi tersebut tidak jelas karena tidak terpasang papan nama proyek serta dikerjakan oleh pemborong siluman dan dikerjakan secara manual.
Seperti diketahui, dari hasil pantauan langsung Media Rakyat pekerjaan proyek itu sangat terlihat menyalahi ketentuan. Seperti misalnya, papan bagisting ditanam kedalam tanah, sehingga volume dari ketinggian 15cm sangat diragukan. “ Kami sangat kecewa menyaksikan proyek jaling ini yang dikerjakan secara manual dan pekerjaan sudah berjalan. Tapi, papan proyek tidak dipasang. Apakah tindakan ini dilakukan untuk mengelabui warga ?” kata salah satu warga yang tidak mau disebut jati dirinya.
Suhadi, Kabid investigasi Lsm Oposisi Rakyat Anti Korupsi (ORASI), Senin (10/10) ketika dipintai tanggapannya. Mengatakan, terkait proyek jaling ciherang yang dikerjakan manual. Menurutnya, akan menugaskan tim investigasi kelokasi proyek dan menunggu laporan hasil tim investigasi “Kami akan kirim tim investigasi kelokasi proyek untuk mensurvai, apakah betul atau tidak mobil plant beton tidah bisa memasuki lokasi proyek karena factor jalan” tuturnya.
Lanjut Suhadi, kerjaan terlepas dari persoalan tekhnik apakah harus CV atau manual, persoalan berikutnya memang harus diselidiki sesuai dengan aturan. Masih menurutnya dirinya minta pertanggung jawaban Bupati Bekasi yang bikin aturan, apabila pekerjaan proyek APBD dikerjakan tidak Normatip perlu ditindak lanjuti “ ujung-ujungnya nilai tidak seberapa kita minta pertanggung jawaban Bupati dengan aturan yang baru dan perlu kita sikapi” tandasnya sembari meminta alamat lokasi proyek ciherang.
Sementara itu, Supri orang yang disebut-sebut sebagai konsultan pengawas ketika dikonfirmasi tentang adanya hal itu, mengatakan nanti akan kita tinjau lokasi proyeknya toh apakah betul tidak bisa masuk mobil betonnya”, ujarnya. >> Nana

