Martapura, (MR)
Pembakaran yang dilakukan oleh ratusan orang yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) Padepokan 9/ponpes gundul yang berlokasi di Desa Pelitajaya Kecamatan Madang Suku I OKU Timur, sekitar pukul 20.30 malam dipicu oleh penganiayaan yang diduga dilakukan oleh salah satu pengasuh pondok berinisial M (48) sekitar pukul 17.30 terhadap dua orang.
Mereka adalah Tijo dan anaknya Purwanto (38), warga Desa Tuguharum Kecamatan Belitang Madang Raya. Mereka dianiaya menggunakan batu dan helm ketika melintas di depan ponpes tersebut. Ketika Tijo dan anaknya akan berangkat menyadap karet pukul 06.30 dihadang oleh M ketika melintas di depan ponpes. M langsung memukul korban Tijo menggunakan batu tepat di bagian keningnya yang menyebabkan korban langsung terjatuh.
Setelah memukul korban pelaku kemudian langsung masuk kembali ke dalam ponpes. Anak korban yang melihat orangtuanya tersungkur langsung membawanya ke Rumah Sakit Charitas Gumawang dengan dibantu warga sekitar. Namun karena luka di bagian kepala korban cukup parah sehingga nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.
“Diduga karena itulah anak korban mengajak rekan-rekannya untuk melakukan penyerangan dan pembakaran terhadap ponpes itu. Namun tidak ada korban jiwa. Lokasi lokal yang terbakar juga jauh dari bangunan lain sehingga api tidak merambat ke bangunan lain,” ungkap seorang sumber Sripoku.com.
Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga melalui kasat Reskrim AKP Yon Edi Winara didampingi Kapolsek Martapura AKP Sukarman ketika dikonfirmasi mengaku masih berada di lokasi dan belum bisa memberikan keterangan. Martapura, (MR)
Pembakaran yang dilakukan oleh ratusan orang yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) Padepokan 9/ponpes gundul yang berlokasi di Desa Pelitajaya Kecamatan Madang Suku I OKU Timur, sekitar pukul 20.30 malam dipicu oleh penganiayaan yang diduga dilakukan oleh salah satu pengasuh pondok berinisial M (48) sekitar pukul 17.30 terhadap dua orang.
Mereka adalah Tijo dan anaknya Purwanto (38), warga Desa Tuguharum Kecamatan Belitang Madang Raya. Mereka dianiaya menggunakan batu dan helm ketika melintas di depan ponpes tersebut. Ketika Tijo dan anaknya akan berangkat menyadap karet pukul 06.30 dihadang oleh M ketika melintas di depan ponpes. M langsung memukul korban Tijo menggunakan batu tepat di bagian keningnya yang menyebabkan korban langsung terjatuh.
Setelah memukul korban pelaku kemudian langsung masuk kembali ke dalam ponpes. Anak korban yang melihat orangtuanya tersungkur langsung membawanya ke Rumah Sakit Charitas Gumawang dengan dibantu warga sekitar. Namun karena luka di bagian kepala korban cukup parah sehingga nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.
“Diduga karena itulah anak korban mengajak rekan-rekannya untuk melakukan penyerangan dan pembakaran terhadap ponpes itu. Namun tidak ada korban jiwa. Lokasi lokal yang terbakar juga jauh dari bangunan lain sehingga api tidak merambat ke bangunan lain,” ungkap seorang sumber Sripoku.com.
Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga melalui kasat Reskrim AKP Yon Edi Winara didampingi Kapolsek Martapura AKP Sukarman ketika dikonfirmasi mengaku masih berada di lokasi dan belum bisa memberikan keterangan. >>Aswanto
