Bangun Double Track PT KAI Tak Boleh Rugikan Masyarakat

Wako: Silahkan Berhubungan Langsung Dengan Masyarakat

salah satu kawasan rel kereta api yang akan dibangun   proyek double trackPrabumulih, (MR)
Pembangunan jalur rel kereta api atau Double Track oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang ditargetkan oleh Menteri Perhubungan Ignatius Jonan akan diselesaikan dalam waktu tiga bulan saja, dengan rute Kertapati-Prabumulih, diharapkan tidak merugikan masyarakat di sekitar Rel KA yang terkena pembebasan lahan, demikian diungkapkan oleh Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, Doble Track merupakan program nasional dan pastinya didukung oleh pihaknya selaku pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih, “Itu kan jalur nasional pastinya akan kita dukung, hanya saja dalam pelaksanaan pembangunan double track itu, PT KAI jangan sampai merugikan masyarakat, karena yang namanya intansi milik pemerintah sudah sewajarnya dan wajib dalam meringankan beban masyarakat, khususnya kepada mereka yang lahannya terkena pembebasan untuk double track tersebut, “ ungkapnya.

Dituturkannya, untuk teknis pembangunannya double track yang melewati lahan warga, Pemkot menyerahkan sepenuhnya ke PT KAI, “Langsung saja PT KAI berhubungan dengan masyarakat, siste mnya bagaimana, juga masalah yang lain, PT KAI juga harus pikirkan terhadap lahan masyarakat yang sudah bersertifikat.

Nah hal semacam itu, silahkan PT KAI mengatasinya dengan hubungi masyarakat langsung,” ujarnya.
Wako menerangkan, bahwa pihaknya tahu PT KAI tak butuhkan bantuan dari Pemkot, “PT KAI kan tak perlu kita lagi, malahan sebelumnya kita dianggap nyerobot lahan mereka, padahal jelas kita hanya ingin menata kawasan rel saja tak bermaksud untuk memiliki, dan kita sebagai Pemkot tersinggung dengan pernyataan itu, seharusnya hal seperti itu dijelaskan PT KAI ke masyarakat, bila perlu mereka (PT KAI) minta maaf bukan ke kita tapi cukup ke masyarakat, padahal dulu kita punya rencana untuk peresmian Taman Tugu kecik, Double track dan gas kota kita ingin undang Presiden untuk peresmiannya,” bebernya.

Sementara itu Ketua DPRD Prabumulih H Ahmad Palo menegaskan agar PT KAI dapat bersikap bijak dengan membayar ganti rugi kepada masyarakat yang lahannya terkena proyek double track, hal itu karena masyarakat sudah menmpati lahannya sudah lama dan itu dapat terjadi disebebakan PT KAI tidak tegas menyikapinya, “Diharapkan PT KAI dapat lebih bijak, dengan memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang lahannya terkena proyek duble track, apalagi banyak bangunan yang sudah permanen, dan sudah dibangun lama, dan semuanya itu terjadi karena adanya pembiaran dari PT KAI itu sendiri,” tandasnya.

Ditambahkannya pula, pihaknya juga mengharapkan itikad yang baik dari masya rakat, untuk mendukung pembangunan double track itu untuk kebaikan bersama, “Pastinya kita juga mengharapkan dukungan pula dari pihak masyarakat, jangan sampai terjadi anarkis, bila terjadi penggusuran oleh PT KAI, dalam pembangunan Double Track Tersebut,” pungkasnya kepada wartawan. >>Alex

Related posts