Mulai September 2011 PT Pelindo IV Cab Ternate berlaku-kan tarif baru pelayanan jasa kapal,jasa barang dan jasa lainya di lingkungan pelabu-han Ternate, setelah hampir 5 tahun tidak mengalami kenai-kan. Sebelumnya PT.Pelindo IV mengajukan kepada sejumlah asosiasi pelayaran dan ekspedisi di Maluku utara yakni DPC INSA Ternate,DPC PELRA Ternate,DPW Gafeksi/Infa Maluku utara dan di ketahui oleh Administrator Pelabuhan sebagai wakil pemerintah.
Dengan adanya kenaikan tarif pelabuhan,maka Pelabu-han Ternate diharapkan dapat mengantisipasi berbagai tuntu-tan keinginan pelanggan dan memenuhi kebutuhan pelaya-nan pengguna jasa bukan sebaliknya. Ketua Asosiasi Pelabuhan Rakyat Lukman Djafar yang juga ikut menan-datangani kenaikan tariff kepada wartawan media rakyat sabtu malam (17/9) Lukman mengatakan bahwa evaluasi penyesuaian tarif ini di sepakati karena tidak adanya keberatan dari pihak kami , “tapi kalau usulan pertama memang kami keberatan dan tidak mau menandatangani karna menca-pai 100% “.
Ditanya soal dampak keru-gian yang akan menyapa pemilik kapal dan juga masya-rakat sebagai pengguna jasa dari kenaikan tariff kepela-buhanan ini? Kata lukman untuk saat ini belum ada kenaikan tariff tiket penumpang dan belum ada kerugian dari penyedia jasa , namun tidak bisa di ingkari juga,bahwa “masyarakat Maluku utara kalau tiket naik sedikit sudah ngamuk” ,Walau pahami efek negatifnya lukman tetap paraf, lukman juga mengatakan “yah yang jelas kami ikut saja aturan yang dibuat Pelindo karna kita bekerja di wilayah orang jadi kita harus ikut aturannya”
Menyikapi hasil kesepa-katan yang diduga sarat kepen-tingan dan di lakukan sepihak ini, wartawan media rakyat melakukan penelusuran kepada beberapa pengelola kapal motor penumpang yang berada di lokasi pelabuhan bastiong Ternate minggu pagi (18/9) kata pengelola kapal motor penum-pang yang tidak mau menyebut-kan namanya pada wartawan media rakyat mereka menga-takan bahwa “sebenarnya kita keberatan dengan adanya pe-nyesuaian tarif yang dilakukan Pelindo karna ini sangat berdampak kepada masyarakat sebagai pengguna jasa kapal motor penumpang” tapi kalau seluruh ketua asosiasi sudah menandatangani dan di setujui oleh administrator pelabuhan sebagai wakil pemerintah,yah mau gimana lagi .Jelas kita akan menaikan tariff tiket ,kalau tidak naik “jelas kita akan merugi dong,sementara ini tariff tiket masih belum naik sesusai dengan SK Gubernur. “kata-nya”
Setelah melakukan penelu-suran di pelabuhan bastiong, wartawan media rakyat juga melakukan penelusuran di pelabuhan ahmad yani Ternate senin pagi (19/9) Dari Informasi yang di peroleh dari sumber-sumber terpercaya di pelabuhan ternate banyak yang menga-takan bahwa ”PT.Pelindo IV Cab Ternate sering melakukan monopoli, lahan yang seharus-nya di kelola oleh PT.Pelindo IV Cab Ternate saat ini di sewakan ke pengusaha-pengusahan Ekspedisi dan pengusaha pela-yaran . Ada juga sumber dari kapal yang berlabuh di pela-buhan ahmad yani bahwa “seharusnya kami sudah tidak di kenakan tarif pandu dan tambat,karena selama ini kapal kita tidak pernah di pandu . Ditanyai soal pemeliharaan pelabuhan? sumber yang tidak mau menyebut namanya terse-but mengatakan bahwa”hingga kini fasilitas yang ada di pelabuhan ahmad yani jauh dari harapan seha-rusnya dengan adanya kenai-kan tariff diimbangi juga fasili-tas dan service yang baik”
Manager SDM PT.Pelindo IV Cabang Ternate Akhirman ketika di mintai konfirmasi wartawan media rakyat senin siang (19/9) Dia menjelaskan bahwa “Evaluasi kenaikan tariff yang dilakukan PT.Pelindo IV Cabang Ternate ini berdasarkan Mekanisme tarif sesuai Kepu-tusan Menteri Perhubungan Nomor KM 39/2004 tanggal 29 Maret 2004 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 72 Tahun 2005 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 50 Tahun 2003 tentang Jenis, Struktur dan Golongan Tarif Pelayanan Jasa Kepela-buhanan untuk pelabuhan laut.Selain itu juga sesuai dengan kebijakan pemerintah yang memberlakukan Individual Port Tariff, maka masing-masing pelabuhan dilakukan peneta-pan besaran tarif dengan menghitung biaya pokok dan tingkat pencapaian level of service .Apabila melihat tarif pelayanan jasa kapal yang ada saat ini sebelum penyesuaian sudah tidak mampu mencapai cost recovery akibat membeng-kaknya biaya operasional pelayanan jasa kepelabuhanan, tingginya kebutuhan dana untuk investasi, biaya pera-watan fasilitas, khususnya ter-hadap kebutuhan biaya penge-rukan alur pelabuhan.
Karena itu, untuk mening-katkan pelayanan perlu didu-kung dengan sejumlah investasi serta pengadaan penambahan fasilitas dan peralatan yang memadai dan handal untuk kelancaran kegiatan operasional pelayanan jasa kepelabuhanan. Di Tanya mengenai lapangan penumpukan peti kemas yang katanya di monopoli,serta di Tanya besaran Tarif kenaikan-nya dan data hasil kesepa-katan? Akhirman menjawab soal itu ada yang lebih berwenang untuk menje-laskan ,soal kenaikan tariff hanya 20 – 30% ,Kalau soal data maaf rahasia perusahaan, seakan tidak transparan pada wartawan .
Secara terpisah Ketua INSA Rustam Hamzah kepada media rakyat rabu pagi (21/9) dia mengatakan bahwa pada dasarnya kita sepakat dengan penyesuaian tarif yang di lakukan PT.Pelindo IV Cab Ternate karna GM berjanji akan membenahi fasilitas dan pelayanan di pelabuhan,jika tidak ada perubahan selama 1 tahun maka penyesuaian tarif di tinjau kembali bahkan di urun-kan. Kata Rustam PT.Pelindo harus benahi internalnya yang dinilainya amburadul ,Rustam juga mengatakan selama ini pelabuhan tidak ada perubahan mulai dari fasilitas dan pelaya-nan dan banyak yang keluhkan itu . akan tetapi dengan adanya hasil kesepakatan ini maka perlu diimbangi juga dengan kinerja yang baik .pungkas rustam
Jika di bandingkan dengan tariff kepelabuhanan di pelabuhan kelas II dan utama yang memiliki fasilitas yang bagus dan service yang baik seperti pelabuhan Bitung, Ambon dan pelabuhan Makas-sar Lihat table : Maka perbeda-annya 20- 40%
Pakar Ekonomi Universitas Khairun Ternate Nurul Hidayah,SE,Msi pada Media Rakyat Selasa Siang (20/9) Nurul mengatakan penyesuaian tariff yang di lakukan PT.Pelindo IV Cab Ternate sudah pasti akan meningkatkan harga barang yang masuk di kota ter-nate sebagai barometer Maluku Utara , jika tarif jasa barang naik secara otomatis harga barang meningkat inflasi juga akan meningkat, jika inflasi mening-kat maka akan mengganggu pertumbuhan ekonomi karena akan meningkatkan penganggu-ran dan kemiskinan, intinya banyak penderitaan dan ini akan mulai terasa pada semester awal . sepertinya perlu diketahui variabel apa yang dipakai untuk perhitungan penetapan pening-katan tarif pelabuhan ini agar dapat dikaji lebih mendalam. “jelas Nurul”. (Team)

