Bandung, (MR)
Belum genap tiga tahun, Drs. H. Hapid, kepala Sekolah di Komplek SD Negeri Ajitunggal & Cijambe 1-4, telah banyak yang dilakukannya. Berbagai sarana pendukung telah diperbaikinya, seperti salah satu ruangan yang sebelumnya tak dipakai dan terkesan kumuh. Dia rombak total menjadi dua lantai, lantai satu dipakai ruangannya bersama pegawai TU dan operator. Sedangkan di lantai dua dijadikan mushola bagi para guru dan siswa yang bisa menampung 50 orang. Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Komplek SD Tersebut, Drs. H. Hafid belum lama ini, menuturkan apa yang telah dilakukannya selama ini, dalam hal sarana prasarana, diantaranya bertujuan memberikan kenyamanan bagi para guru, pegawai dan semua siswa. Juga dalam hal menjaga kebersihan, ruangan bagian belakang, yang sebelumnya tempat langganan banjir selama musim hujan akibat luapan sungai yang melintasi di komplek sekolah. Kini sudah tidak lagi karena telah dijadikan tempat wudhu berkeramik juga dijadikan beberapa ruangan WC yang cukup bersih bagi para Siswa, tuturnya. Sedangkan sarana dan prasarana pendukung dalam proses kegiatan belajar mengajar menurut pria yang baru lulus Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan Agama Islam di Uninus tersebut, sebanyak empat belas ruangan kelas yang ada di komplek sekolahnya, sudah seratus persen di lengkapi dengan Infokus. Dengan Maksud mempermudah proses pembelajaran para siswa, dengan maksud lebih meningkatkan prestasi, baik akademis maupun non akademis, ujarnya. Seperti yang telah ditorehkan salah satu Siswa SDN Ajitunggal yang bernama Bintang Khairul Akbar, tahun 2014 kemarin telah mengharumkan, baik nama sekolahnya maupun Kota Bandung, di dunia olahraga Silat meraih juara harapan tingkat Nasional.
Dalam hal keagamaan menurut Hapid, para Siswa setiap pagi dibiasakan melaksanakan shalat sunnah Dhuha dan siang hari Shalat Fardhu Dzhuhur dan Azhar, para siswa diwajibkan shalat berjamaah. Disamping itu mereka harus memberi laporan apa yang telah di lakukannya di rumahnya masing masing, dengan memberi sebuah catatan setiap bulannya yang dibuat sekolah.
“Hal itu bertujuan untuk membimbing pembelajaran siswa siswinya dalam melakukan pembiasaan yang baik, salah satunya membantu pekerjaan di rumahnya masing masing juga melaksanakan shalat fardhu dan belajar Alquran,” terangnya. >>Dodi
