5000 Masyarakat Dapil Tiga Menghilang? Sejumlah Parpol Pertanyakan Data KPU, Dan Disduk

 

Natuna(MR)-Pemilihan Presiden dan Legislatif, tinggal setahun lagi, namun sejumlah partai sudah sibuk mempersiapkan kader kader terbaiknya untuk di kenalkan kepada masyarakat.
Bahkan KPU, Dispenduk dan Panwaslu, sudah  jauh hari mempersiapkan Diri, guna menyongsong suksesnya Pileg dan Pilpres April 2019 mendatang.
Tidak terkecuali di Kabupaten Natuna.Sejumlah Kader Partai yang duduk di kursi DPRD, mempertanyakan kinerja KPU, dan Dinas kependudukan Daerah. Hal itu menyangkut adanya pengurangan kursi Dapil 3 yang semula 7 kursi menjadi 6 kursi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Yusripandi dan yohannes saat melakukan hearing bersama KPU, Panwaslu ,Dispenduk, Badan Statistik dan Tapem.
Yusripandi selaku pimpinan sidang, mempertayakan soal penetapan kursi pada dapil tiga bisa berkurang , serta jumlah penduduk Natuna selama 3 tahun tidak ada penambahan. “Masa selama 3 tahun tidak ada penambahan.Bahkan 5000 masyarakat dapil 3 berkurang”?.Ucap Ketua.
Pertayaan  sama juga di lontarkan yohannes, bagaimana mungkin selama 3 tahun, masyarakat dapil 3 bisa berkurang 5000 orang.’ Saya heran juga darimana data itu mereka dapat, kok bisa penurunan jumlah masyarakat begitu besar,ucapnya”.
Berarti Pilkada sebelumnya data tidak akurat paparnya lagi. Kegelisahan Yohannes sangat beralasan mengingat pengurangan kursi akan mempengaruhi peluang bagi kader untuk bisa duduk di DPRD.
Menanggapi persoalan itu, Ketua KPU Affuandris mengaku , jumlah penetapan kurdi berdasarkan jumlah penduduk di Natuna. Ada sekitar 74000 jumlah penduduk Natuna , yang berhak memilih sekitar 50.000 Orang. Data ini tidak jauh berbeda dengan Dispenduk.
Kenapa ada pengurangan di dapil 3 ,karena berdasarkan surfey dan perekaman E ktp. jumlah pemilih dapil 3 berkurang 5000 orang, sementara di dapil 1 bertambah .Oleh karena itu dapil satu dilakukan penambahan satu kursi.
Hal senada juga dikatakan Dispenduk, jumlah itu berdasarkan hasil perekaman  E KTP. Berdasarkan  itu Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan kwota kursi. Namun demikian itu belum tahap final, masih akan kita lakukan pengecekan ,dengan cara menghimbau masyarakat agar mau melakukan perekaman E.KTP..
Mengingat tahapan Pileg dan Pilpres masih lama. Bisa jadi berubah.Kami melakukan program mendatangi langsung masyarakat .(Jebol Rumah) Jemput Bola Kerumah, untuk bisa kita lakukan perekaman E.KTP.Bahkan ada wacana. Mau melakukan pendataan ulang KK./Roy.

Related posts