3000 Hektare Sawah di Solok Terancam Gagal Panen

Padang, (MR)

Sedikitnya 3.000 hektare sawah masyarakat Nagari Koto Gaek Guguk, Kabupaten Solok, Sumatra Barat terancam gagal panen menyusul jebolnya aliran irigasi di areal pertanian tersebut.  Tokoh masyarakat setempat Mardi (38) pada Kamis (1/12),  menyatakan irigasi tersebut runtuh pada Minggu (27/11)  disebabkan curah hujan yang cukup tinggi melanda daerah itu sehingga terjadinya longsor.

Akibat dari jebolnya irigasi tersebut, kata dia, sedikitnya 300 hektare sawah di daerah itu terancam kekeringan dan bisa gagal panen. Selain itu,lanjutnya, runtuhnya irigasi sedalam delapan meter tersebut juga menimbun sawah masyarakat setidaknya tiga hektare. “Material longsor itu merusak sekitar tiga hektare sawah masyarakat,” katanya di Arosuka.

Menurut dia, aliran irigasi tersebut berfungsi untuk lebih 3000 sawah masyarakat di empat nagari, meliputi Koto Gaek Guguk, Koto Gadang guguk, Nagari Talang, dan Jawi jawi.

Dia berharap kepada Pemerintah daerah setempat agar segera memperbaiki irigasi yang runtuh tersebut sehingga areal pertanian masyarakat bisa difungsikan kembali. “Kita kasihan pada warga tersebut, tentunya berharap kepada Pemkab agar segera memperbaiki irigasi tersebut dan membantu membersihkan sawah masyarakat yang tertimbun itu,”katanya.

Wali nagari atau kepala desa adat setempat, Zulkifli, menyatakan, untuk penanganan jebolnya irigasi tersebut pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Solok sudah melakukan peninjauan, namun sampai saat ini belum juga ada realisasinya.  “Untuk itu kita berharap agar pihak PU segera melakukan tindakan agar irigasi tersebut bisa berfungsi kembali sehingga sawah masyarakat tidak terancam gagal panen,” katanya. >> Marqian

Related posts