3 Periode Menjabat, Kades Suyitno Membawa Banyak Perubahan

Jateng-Kendal, (MR) – Berpenampilan yang sangat sederhana sekali Kades Suyitno pertama menjabat Kades pada tahun 2007 awal mulai menjabat sampai masa akhir jabatanya tahun 2022, Kades Suyitno mengharap kepada para awak media untuk selalu bersinergi dengan desanya sehingga ikut bersama-sama saling mengawasi kinerja yang ada di desanya yang selama ini dipimpin.

Kades Genting Gunung tersebut meminta kepada salah satu media yang berimbang dan faktual serta berbobot yang telah di minta oleh desa-desa di seluruh Jawa Tengah.

“Memang banyak media yang masuk di daerahnya, akan tetapi saya menunjuk salah satu media yang paling faktual akurat dan berbobot sehingga Media Rakyat yang ditunjuk untuk selalu mendampingi setiap ada program dari pemerintah, seperti Dana Desa dan add, serta setiap ada kegiatan yang lainya untuk bersama-sama mengawasi kegiatan tersebut,” jelasnya.

Atas bersinerginya antara Desa Genting Gunung dengan Media Rakyat, Kades Suyitno mengucapkan banyak terima kasih kepada Media Rakyat yang telah sudi kiranya ikut serta mengawasi semua program yang ada di desanya.

Ada salah satu sisi pekerjaan yang belum bisa terselesaikan selama 13 tahun yang telah dialami yaitu penyelesaian tentang bangunan jalan menuju pariwisata curug kali terong yang sangat sulit ditempuh menuju sampai di tempat wisata, padahal tempat wisata tersebut sangat potensial bagi pendapatan Desa Genting Gunung.

Ia sedikit mengeluh bukan masalah Covid saja melainkan mangkraknya wisata curug kali terong yang di mulai dari tahun 2017 hingga kini tidak bisa berjalan dengan mulus di karenakan sumber dana tidak ada, padahal tempat wisata tersebut potensi untuk rekreasi dengan udara yang sangat sejuk hanya untuk akses jalan yang tidak bersahabat sehingga sangat di sayangkan sekali untuk sampai kelokasi.

berkelakar dengan gaya bahasa kkas dari Desa Genting Gunung sambil memegang kepalanya, “coba enyong kie dadi kades pirang-pirang tahun arep ngrampungke gawean siji wae ora becus (coba saya ini menjadi Kades beberapa tahun mau menyelesaikan pekerjaan satu saja tidak bisa beres),” ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak, padahal untuk mengurus Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Desa Genting Gunung tidak ada kendala sedikitpun selalu selesai sebelum jatuh tempo.

Selama Suyitno menjadi Kades, Ia juga menjadi petani yang sangat ulung dari hasil cocok tanam menjadi petani tembakau, petani kobis, cabai dan lain sebagainya. Suyitno setiap pulang dari kerjanya beliunya membiasakan diri makan terus istirahat sebentar, habis itu langsung kesawah mencangkul sehabis makan mencangkul, lalu mengamati baik sayuran atau cabainya terkena hama apa tidak sehingga tanaman yang Ia tanam semuanya akan mendapatkan hasil yang sangat gemilang.

Kades Suyitno ketika ditemui diladang atau sawah dengan wajah yang sangat lucu di karenakan sehabis kerja keras sehingga muka kelihatan capek dan berkumis tebal.

Ia selama menjadi Kades Genting Gunung hanya semata-mata untuk memajukan desanya, sehingga warga di desa tersebut sangat bangga dan tidak ada keluhan dari warganya. Sehingga dengan kesukesan tersebut orang mengatakan julukan desa kuda putih.

Karena di sebelah balai desa berdiri patung kuda putih sebagai lambang semangat dan kekuatan yang sangat handal dan nyatanya juga bisa menjadi Kepala Desa 3 perode, itu sebuah contoh kepala desa yang telah mau mengemban amanah dari masyarakat. (Sabdo 01)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.