1350 Siswa Miskin di Natuna Belum Mendapatkan BKM

Natuna, (MR)

LAGI-LAGI kinerja Dinas Pendidikan Natuna diuji. Lambatnya penyaluran BKM (Bantuan Keluarga Miskin ) Di Natuna, membuat beberapa kepala sekolah bertanya tanya. Kalau dulu bantuan BKM, bulan agustus sudah cair Pak, sekarang agak lambat, tak tau kenapa, ujar sumber Media rakyat minta namanya tidak di cantumkan. “Tolong ditanya kepada Dinas Pendidikan, apa gerangan masalah hingga dana BKM tidak kunjung cair, saranya.

Menurut Dia dana BKM berbeda dengan BAGUS. Karena BKM diperuntukkan bagi siswa miskin, sedang Bagus untuk semua siswa. Sepengetahuan Dia, dana BKM ada dari Provinsi dan Daerah. Total anggaran per siswa Rp 90.000 per bulan/orang. Dana tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu siswa, untuk memenuhi kebutuhan sekolah setiap bulan.

Sementara itu Kaharuddin yang dijumpai diruang kerjanya mengatakan, Penyaluran dana BKM (Bantuan Keluarga Miskin) prosesnya sudah berlangsung. Namun ada beberapa administrasi dari kecamatan diluar Ranai belum masuk. Salah satunya kepengurusan surat miskin dari Pemerintah setempat. Syarat ini sangat perlu, untuk mendukung mendapatkan bantuan BKM. Meski sudah tercatat penerima dana BKM dari pihak sekolah, jika surat miskin tidak ada dana tersebut tidak bisa dicairkan.

Ia juga mengakui, jika bantuan dana BKM, ada dari Pusat, Provinsi dan Daerah, namun demikian Tanya aja Pak Yudo karena beliau yang menangani bantuan ini.

Yudo Ananto, ketika dita-nya soal penyaluran BKM, Ia mengatakan sudah dalam proses. Tinggal menunggu kelengkapan administrasi. Tahun lalu bantuan ini sudah terealisasi bulan agustus, kenapa sekarang telat? Menurut Dia, ada administrasi dari luar kecamatan bunguran timur belum masuk yakni Surat keterangan miskin dari Pemerintah setempat. Hal inilah yang membuat penyaluran dana BKM terlambat.

Menurut Yudo, besarnya dana bantuan BKM, di dapat dari Pemerintah Provinsi, dan daerah.Untuk Pemerintah Provinsi, menyediakan bantuan untuk Siswa BKM sebanyak Rp 818.100,000 peruntukannya 900 siswa BKM yang tersebar di seluruh SLTA di kabupaten Natuna, sekolah negeri maupun swasta. Sementara Daerah memberikan bantuan BKM Rp 421.740.000 untuk 450 siswa. Jadi total keseluruhan siswa yang mendapatkan bantuan BKM sekabupaten Natuna ,1350 siswa , dengan anggaran Rp1.239.840.000.

Dana tersebut berada di BPKAD, kita sipatnya, hanya melengkapi administrasi saja, biar jangan disalahkan, ujar Yudo. Mengenai tolak ukur penilaian siswa mana, berhak mendapatkan BKM, semua diserahkan kepada pihak sekolah. Merekalah yang berhak menilainya. Seluruh siswa sudah terdata wajib melampirkan surat miskin dari Pemerintah setempat, agar dana BKM dapat disalurkan. Intinya November sudah disalurkan, katanya.

Peryataan kasi Dikmen ini berbeda dengan Kabidnya. Jika Yudo tidak ada menyinggung soal bantuan BKM dari Pusat, sementara Kaharuddin, menyatakan bantuan tersebut ada dari Pusat, pertanyaannya mana yang benar ?.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi, belum dapat dihubungi terkait siapa yang bertanggung jawab atas penyaluran dana BKM, untuk Natuna. Kabid Dikmen provinsiYunus ketika dikonfirmasi terkait dana bantuan BKM untuk siswa SLTA di Natuna, mengaku bukan Dirinya, menangani soal bantuan tersebut. “ Bukan saya pak, menangani bantuan itu, bapak Dali nomor hp 0852 6510 6411 sarannya. Namun sayang no yang diberi, ketika dihubungi tidak aktif bahkan sms dikirim juga tidak dibalas. >> Roy

Related posts