Kawasan Wisata Malioboro Ditargetkan Zero Complain

Yogyakarta,(MR)

KAWASAN Malioboro yang menjadi magnet utama wisata di Kota Yogyakarta ditargetkan sebagai tujuan wisata zero complain atau tidak ada satupun keluhan dari wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata itu.

“Akan ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mewujud-kannya, seperti penertiban parkir, menjaga kebersihan kawasan Malioboro,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh di Yogyakarta, Minggu (15/4).

Menurut dia, upaya untuk mewujudkan Malioboro “zero complain” tersebut dimulai dengan menindaklanjuti kelu-han dari masyarakat yang berkunjung ke Malioboro. Tindak lanjut atas keluhan tersebut akan dilakukan secara rutin hingga akhir tahun, setidaknya satu pekan sekali.

Pembenahan kawasan Malioboro tersebut dimulai sejak Sabtu malam (14/4), dengan fokus penertiban juru parkir karena dalam beberapa pekan terakhir, muncul banyak keluhan dari masyarakat yang mengaku harus membayar tarif parkir melebihi ketentuan.

Dalam penertiban tersebut, ditemukan satu juru parkir yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran tarif parkir dengan menaikkannya menjadi Rp1.500 untuk satu unit sepeda motor. Tarif parkir sepeda motor yang berlaku seharusnya Rp1.000 per satu sepeda motor sekali parkir.

“Adanya keluhan tersebut juga menyebabkan citra juru parkir lain di kawasan ini menjadi tercoreng. Padahal, masih banyak juru parkir yang mematuhi aturan, tetapi karena muncul keluhan seperti itu, maka juru parkir lain pun dianggap sama,” katanya.

Syarif mengatakan, telah melakukan tindakan kepada juru parkir nakal tersebut dengan menegur dan membinanya sehingga tidak mengulangi perbuatannya. Pembenahan Malioboro, lanjut dia, tidak hanya sebatas penertiban parkir saja. “Jika nanti muncul keluhan adanya bau tidak sedap atau banyaknya sampah, maka kami akan segera menin-daklanjutinya. Agar dikemudi-an hari, Malioboro menjadi tempat wisata tanpa ada satu-pun keluhan dari masyarakat,” katanya. >> Suratno

Related posts