Waspada, Premium Oplosan Marak di Kota Prabumulih

Prabumulih, (MR)
ULAH spekulan nakal di tingkat pengecer dan pemilik Kios SPBU di wilayah Kota Prabumulih, beberapa hari ini terus menghawatirkan. Selain menyebabkan kelangkaan dan antrian panjang berlapis di setiap SPBU makin parah, juga banyak ditemukan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium oplosan marak di eceran.
Baru kemarin sore saya beli minyak ini di eceran dikawasan Gunung Ibul, malamnya saat mau pergi tiba-tiba motor ini mogok tidak mau jalan. Kalau dari mesin tidak mungkin, karena Minggu (27/5/2012) baru habis cek up (servis, red) dan ganti oli dibengkel,” gerutuk Doni   (34), saat ditemui di salah satu bengkel dikawasan Jalan Jenderal Sudirman, Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Senin(28/5) Siang.
Menurut warga Jalan Krakatau, RW 01 ini, sepeda motor miliknya sebelumnya tidak pernah rusak. Peristiwa itu juga diakuinya sudah kedua kalinya dia alami. Namun beruntung, kejadian saat itu tidak sampai membuat sepeda motor jenis bebek miliknya rusak karena cepat dia perbaiki dengan membuang seluruh bensin (premium) di dalam tangki motornya.
“Terbeli minyak oplosan ini sudah dua kali, dan menurut pengecer mereka juga tidak tahu karena belinya di kios SPBU. Tapi, Alhamdulillah motor ini rutin tiap bulan diservis, kalau tidak minyak itu bisa merusak kompenen mesin lainnya,” terangnya.
Kondisi serupa juga pernah dialami  Iwan  (19), warga Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Timur. Menurutnya, dirinya pernah tertipu terbeli premium oplosan di salah satu pengecer di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. “Saya juga pernah terbeli minyak oplosan di pengecer, hampir tiga hari motor mio saya rusak akibat terbeli minyak itu,” aku Iwan, kepada koran ini, Senin  siang.
Dia sendiri mengaku awalnya curiga dengan bentuk dan warna premium yang dibelinya. Selain berwarna agak putih pekat kecoklatan, juga baunya seperti minyak tanah. “Dan setelah  ku cek, itu minyaknya tidak cepat kering kalau ditempelkan ditangan atau jari kita,” ujarnya, seraya menambahkan pasca kejadian tersebut dirinya tidak pernah lagi membeli BBM di eceran. Karena takut terulang kembali.
Dugaan beredarnya BBM jenis premium oplosan, juga terjadi ditingkat SPBU. Diantaranya di SPBU yang ada dikawasan simpang bakaran, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, baru – baru ini. Dugaan adanya premium oplosan itu terungkap, setelah puluhan pemilik sepeda motor dan mobil mendatangi SPBU tersebut.
Puluhan warga ini protes bahkan hampir terjadi tindakan anarkis, jika tidak segera diatasi oleh petugas yang datang ke lokasi SPBU tersebut. Pemilik SPBU ini menuding adanya tindakan nakal sopir mobil tangki milik Pertamina dengan cara mencampur (mengoplos, red) BBM jenis premium itu dengan minyak dari sungai renggit, Musi Banyuasin (Muba).
Pihaknya pun merasa dirugikan dalam peristiwa tersebut, karena terpaksa harus mengganti kembali minyak premium yang sudah dibeli masyarakat dengan yang baru (asli). “Kami lalai, dengan tidak mengecek dulu pada saat pengisian dilakukan sopir tangki tersebut. Jelas ini telah dicampur dengan minyak dari sungai renggit, sekayu. Tapi kapan dan dimana mereka mencampurnya, itu saya tidak tahu,” aku salah satu pengurus SPBU tersebut, ketika ditemui belum lama ini.
Terpisah, Kabag Humas PT Pertamina Pemasaran Plaju, Palembang Robert, ketika dikomfirmasi lewat via pesan singkat (SMS), menjelaskan pihaknya akan segera melakukan pengecekan. Pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas, jika terbukti ada keterlibatan oknum sopir tangki Pertamina.
“Kalau memang terbukti dan ada buktinya, Pertamina akan memberikan sanksi pastinya. dapat berupa surat peringatan, pengurangan suplai atau skorsing bagi SPBU kalau seandainya terbukti terlibat kerjasama. Tergantung tingkat kesalahannya,” tegas Robert dalam pesan singkatnya. >> Alex

Related posts