Warisan Putra Sang Fajar

Jaman terus berganti dan terus melaju, tanpa terasa sudah 119 tahun kita di ditinggalkan sosok Sang Proklamator dan Pendiri Bangsa kita, yaitu Bangsa Indonesia.
Walaupun Beliau telah meninggal pada tahun 1970 yaitu tepat 50 tahun lalu, terkadang kita bertanya-tanya apa sajakah yang masih ada dari warisan beliau untuk negri ini, negri yang dia bangun dan dia cintai, serta dia pimpin selama 22 tahun lamanya..
Pertama pastilah kita ingat Gelora Bung Karno.
Gedung Olahraga ini sangat kita teringat pasti karena Namanya dan emang beliau sendirilah yang mencetuskannya, Gedung ini di gunakan untuk sarana pertandingan, diantaranya sepak bola, renang, atletik dan lainnya.

Kedua adalah Gedung Sarinah dikawasan Menteng Jakarta.
Bangunan yang konon diambil dari nama pengasuh Beliau sendiri yaitu Ibu Sarinah, masih berdiri tegak, banguna pusat belanjaan setinggi 74 meter dan 14 lantai itu masih berdiri, dan dibangun pada 1963 dan diresmikan pada 1967.

Ketiga Gedung DPR/MPR
Dahulu Namanya bernama Gedung CONEFO ( Conference of The New Emerging Forces ).Gedung ini dibangun Bung Karno atas gagasan beliau untuk membentuk suatu kekuatan blok baru yang beranggotakan negara-negara berkembang untuk menyaingi 2 kekuatan blok sebelumnya yaitu Uni Soviet dan Blok Amerika Serikat.

Keempat adalah Masjid Istiqlal
Masjid yang berdiri di pusat kota Jakarta ini termasuk dalam rentetan masjid terbesar di Asia Tenggara, Arsitek yang membangunnya adalah Friedrich Silaban, dibangun pada tahun 1951.

Kelima yaitu MONAS ( Monumen Nasional )
Bangunan ini berada berbentuk Tugu di lapangan daerah Jakarta Pusat, yang dibuat untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Monas di bangun pada tahun 1959 dan setahun kemudian selesai pada 1960.
Tugu itu di arsiteki oleh R.M Soedarsono dan Friedrich Silaban yang sebelumnya membangun Mesjid Istiqlal. Lalu dibuka untuk umum pada masa Soeharto pada tahun 1975
Presiden Sukarno adalah seorang Insinyur dan juga seorang Arsitek ternama Jebolan Technische Hoogeschool yang sekarang berganti nama menjadi ITB, usai lulus kuliah Bung Karno membantu proyek Departemen Pekerjaan umum dan magang dikantor gurunya yang bernama C.P Wolff Schoemaker di Hotel Preanger Bandung.
Kepandaiannya itulah yang mempengaruhi beberapa bangunan dan gaya arsitektur beliau.
Disamping 5 bangunan diatas masih ada beberapa lagi yang bisa kita saksikan hingga Sekarang yaitu Wisma Nusantara, Patung Dirgantara, dan Hotel Indonesia.

Disamping itu masih ada beberapa tempat pengasingan beliau yang masih sering di kunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.
Seperti Rumah pengasingan di Bengkulu yang ditempati beliau pada tahun 1938-1942,
Rumah pengasingan di Ende pada tahun 1954 dan di resmikan menjadi museum,
Rumah Bung Karno Brastagi, Rumah Bung karno di Parapat, Rumah Rengasdengkolok.
Inilah yang menjadi situs peninggalan dari Bung Karno yang masih tersisa dan semuanya menjadi bukti bagaimana beliau berjuang untuk kemerdekaan di negri ini, semoga sejarah tidak melupakan jasa beliau.
Sekian.. Herry K

Related posts