Prabumulih, (MR)
HINGGA saat ini, pengerukan sungai Belida sepanjang 300 meter yang diharapkan warga Desa Muara Sungai tak kunjung terealisasi, yang tentunya mengundang kekecewaan bagi warga setempat, pasalnya dampak dari belum terlaksananya pengerukan tersebut warga harus siap menerima terjangan banjir jikalau musim penghujan, dikarenakan luapan sungai Belida, demikian dikatakan Yono (42), ketua BPD Desa Muara Sungai, kepada koran ini kemarin (20/06), bertempat di kantor Dinas Perkerjaan Umum Kota Prabumulih.
Yono menambahkan, sebelumnya, dirinya bersama warga yang di dampingi Kepala desa Muara Sungai Aswandi kerap mengusulkan tentang pengerukan tersebut pada DPRD Kota Prabumulih, DPU dan Bapeda Prabumulih, terhitung semnejak tahun 2007, namun hingga kini belum adanya titik terang kapan akan direalisasikannya pengerukan tersebut, ditambahkannya lagi usulan warga tersebut sering di usulkan pada rapat musrembang.
Masih kata Yono, Ketua Komisi III DPRD Prabumulih bagian pembangunan, kepada mereka sempat memberikan harapan tentang terpenuhinya harapan tersebut. Dijelaskan Yono, kala itu Ketua Komisi III Dipe Anom, mengumbarkan bahwasannya tahun 2012 ini pengerukan tersebut akan terlaksana karena berkas yang diajukan warga sudah dititipkannya kepada Aslimi Kabid Bina Marga dinas Perkerjaan Umum Kota Prabumulih.
Sementara itu, Juairiah,ST.MT kepala bidang program Dinas PU Prabumulih, menjelaskan bahwa tentang tidak adanya pengerukan yang diharapkan warga, di jelaskannya lagi,’’ untuk pengerukan sungai Belida yang dimaksudkan tersebut penawarannya memang sudah masuk kepada kami, namun untuk pelaksanaannya tentunya kami juga memilah-milah yang mana harus di prioritaskan terlebih dahulu, mengingat anggaran yang ada sangatlah terbatas, dan untuk pelaksanaan Rancangannya itu sendiri kami telah musyawarah kepada kepala Desa bersangkutan, yang mana harus di prioritaskan terlebih dahulu, dan untuk pengerukan yang dimaksudkan itu sendiri bukan menjadi prioritas utama, menurut kepala desa Muara sungai,’’ jelas Juairiah.
Aswandi, Kepala Desa Muara Sungai dihubungi via telpon membenarkan apa yang tengah dikatakan Kabid Program tersebut, karena menurutnya “program desa yang di utamakan ialah membangun jalan, dan pengerukan yang di usulkan warga tersebut termasuk nomor kesekian dari prioritas pembangunan desa,’’ tegasnya.
Berbeda pendapat dengan Kepala Desa, diungkapkan inisial Z (50), yang menyayangkan kebijakan pemerintah tentang belum adanya tanda-tanda pengerukan, menurut Z, “kebijakan yang di putuskan sang Kepala Desa sangat tidak memperdulikan Warganya, karena menurut pengakuan Z, jika pengerukan tersebut mengalami penundaan yang berlarut, maka kebanjiranlah yang selalu mengancam mereka, bahkan mata pencarian mereka pun terancam lumpuh, karena mengingat, areal yang rawan banjir akibat luapan sungai yang dangkal tersebut yakni jalan jembatan, dan kebun-kebun warga,’’ungkapnya menyesalkan. Dipe Anom komisi III DPRD Prabumulih, sampai saat ini belum dapat di hubungi. >> Alex
