Warga Desa Geronggang Keluhkan Tidak Adanya Pelayanan Listrik

Kotabaru,(MR)

DITENGAH gencar gencarnya Pemerintah Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan dengan membagikan PLTS melalui PT.PLN (Persero) Kotabaru yang memprioritaskan kepada Desa-desa yang berada di wilyah pesisir dan kepulauan yang tidak terjangkau sama sekali oleh penerangan listrik akan tetapi ternyata yang tidak berada di wilayah pesisir dan kepulauan pun juga sekarang masih kekurangan pelayanan dan penerangan listrik, tepatnya di Desa Geronggang RT 07 RW 02 masih ada warga 1 RT yang tidak pernah sama sekali terjangaku oleh pelayanan listrik PT. PLN Kotabaru.

Sejak beberapa tahun yang lalu warga masyarakat RT 07 RW 02 Desa Geronggang Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru tidak pernah tersentuh sama sekali akan indahnya penerangan listrik sedangkan jumlah Kepala Keluarganya mencapai 100 KK, padahal PLN beroprasi di Desa Geronggang dari tahun 1997 sampai sekarang.

Menurut, Amin Thohari Ketua RT 07 memaparkan “saya prihatin juga dengan warga saya di sini sudah beberapa kali kami mengajukan proposal permohonan pemasangan jaringan yang di sertai tanda tangan calon pelanggan sebagai tanda dukung untuk di sampaikan kepihak perwakilan PLN yang di Geronggang dan di tembuskan langsung ke PLN Kotabaru serta Bupati Kotabaru tapi tetap juga tidak ada reaksi dari PT. PLN, padahal tiang utuk jalur induk sudah ada sejak lama berdiri. Bahkan permasalahan ini juga setiap tahunnya kami bawa di acara rapat Musrenbang dan di masukan sebagai skala prioritas serta kami sampaikan langsung ke anggota DPR sebagai wakil kami tapi tetap juga tidak ada pemasangan di lingkungan kami dari pihak PLN,” terangAmin.

Hal senada juga disampaikan warga RT 07 Jainudin, kami ini bingung juga dengan pihak perwakilan PLN di Geronggang ini, sebenarnya Desa Geronggang ini hanya terdiri dari 10 Rukun Tetangga (RT) dan 2 Rukun Warga (RW) dan saling berdekatan pula jaraknya, yang tidak di layani cuma kami warga RT 07 ini saja,’’ ujarnya.

Setiap kami mengusulkan selalu yang jadi permasalahan Travo tidak mencukupi dan tidak ada penambahan jalur baru, tapi pada kenyataanya mereka selalu melakukan pemasangan di lingkungan RT lain, bayangkan kami mengusulkan secara langsung baik melewati proposal yang di tanda tangani oleh Kepala Desa setempat dan Camat dari ketua RT kami masih hidup sampai meninggal dan sampai kembali kami mempunyai ketua RT baru dan mengajukan memohon kembali agar ada penambahan baru tapi tetap saja tidak ada tanggapan dan jawaban yang kami terima sama halnya seperti semula “ travo tidak mencukupi,’’

Herpani selaku Kepala Desa Geronggang juga membenarkan, dia mengatakan “memang benar kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan proposal pemasangan jaringan baru sejak awal tahun 2010 sampai sekarang dan saya sendiri yang mengantar proposalnya baik melalui perwakilan PLN di Geronggang maupun langsung kepada Burhan selaku Kepala PT. PLN (Persero) Kotabaru, yang sekarang beliau sudah pensiun,” jelasnya.

Herpani menambahkan “Saya juga merasa aneh waktu musrenbang awal tahun 2012 kemaren kita juga mengusulkan dan kita anggap sebagai skala prioritas yang paling di harapkan oleh masyarakat banyak dan di anggarkan melalui pagu indikatif Desa melalui dana APBD sebesar 50 juta dan itu sudah di setujui oleh pihak SKPD masing masing yang hadir di acara musrenbang, akan tetapi setelah awal 2013 rekabnya keluar dan di situ tidak ada tertera proyek penambahan jaringan baru, malah dananya di pindah alihkan ke proyek lain,” ungkapnya.

Humas PT. PLN (Persero) Kotabaru, M.Jimmy ketika dikonfirmasi via selulernya mengatakan selama ini kami dari pihak PLN tidak pernah dilibatkan dalam acara rapat musrenbang, baik tingkat kecamatan maupun tingkat Kabupaten. Seharusnya kami dari pihak instansi BUMN di undang juga setiap ada rapat musrenbang yang di selenggarakan Pemerintah Daerah agar kami tahu apa apa yang menjadi keluhan masyarakat tentang masih kurangnya pelayanan listrik di Desa desa yang ada di Kabupaten kotabaru, jadi sekarang saya sarankan warga agar bisa kembali mengusul lewat program prodes, karena anggaran prodes itu setiap tahun dan itu merupakan anggaran pusat,’’ ujarnya. >> Ir/Her

Related posts