Warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (22/10) berbondong-bondong mendatangi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilihan kepala daerah Banten. “Warga datang ke tempat pemungutan suara (TPS) I Kaduketug sejak pagi hingga mengantre untuk memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” kata Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Dainah.
Ia mengatakan, partisipasi masyarakat Baduy pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Banten cukup tinggi. Bahkan, mereka meninggalkan pekerjaan di kebun maupun ladang huma untuk mencoblos hak pilihnya pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
Karena itu, kata dia, panitia pemungutan suara (PPS) terpaksa menggunakan sistem bergantian untuk mencoblos di bilik TPS itu. Warga Baduy berjenis perempuan mereka diberikan waktu awal untuk menggunakan hak suaranya. Mereka setelah selesai, kata dia, dilanjutkan oleh laki-laki untuk mencoblos di TPS itu.
Saat ini masyarakat Baduy yang memiliki hak suara pada daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 6.686 pemilih dengan lokasi di 12 tempat pemungutan suara (TPS). Dari 6.686 hak pilih tersebut terdiri atas 3.306 laki-laki dan 3.380 perempuan.
Akan tetapi, kata dia, bagi warga Baduy Dalam yang tersebar di Cikeusik, Cikawartana dan Cibeo sebanyak 400 orang dipastikan tidak akan menggunakan hak pilihnya. Ia menjelaskan, ke-12 TPS yang disediakan akan ditempatkan di empat titik, yakni di Kampung Kaduketug 1, dan Kaduketug 1, 2, Ciboleger, dan Cicakal Girang. “Kami targetkan semua warga Baduy bisa mendatangi TPS untuk menggunakan hak suaranya,” katanya. >> Herianto

