WALAUPUN MASYARAKAT MENDESAK, KEPSEK SMA NEGERI 20 TETAP MENERIMA SESUAI ROMBEL YANG ADA 10 KELAS

Kab. Tangerang, (MR) – Dalam pelaksanaan peserta didik baru tahun pelajaran 2022-2023 sudah selesai masih saja ada,gerakan dari masyarakat yang masih mengkordinir memaksa anak didik yang, berjumlah 84 siswa .terdiam dihalaman sekolah , dikarenakan tidak di terima karena sudah tidak ada lagi ruang untuk menampung siswa .sehingga aksi tersebut ,mendesak kepala sekolah untuk mengakomodir siswa tersebut ,menurut ketua aksi Iskandar,” kalau ini tidak di akomodir permasalahan ini akan kami lanjutkan. Ke Polda sambil teriak begitu lantang . Tidak lama dewan dari komisi 5 bidang pendidikan mencoba memfasilitasi anak yang masih belum di terima.setelah bicara dengan pihak sekolah dan di pasilitasi langsung oleh pihak kepolisian ternyata tidak ada titik temu.sehingga dewan tersebut menjumpai orangtua siswa diluar halaman sekolah dan mengatakan ,”musyawarah perwakilan masyarakat & orangtua, langkah terbaiknya sesungguhnya saya datang kesini tadinya ingin. Membawa Kabid SMA pak Lukman,pak saya tidak bisa hari Jumat karena ada tugas kementrian ,ok saya kalau begitu bilang bagaimana kalau hari Kamis biar saya bisa geser kegiatan saya siang ,siap pak kata Kabid SMA, akhirnya kita bersepakat datang kesini untuk mendengarkan keputusan dari pak Lukman ,dewan kan sama kaya masyarakat memfasilitasi,setelah saya mau sampai dia telp tidak bisa hadir mewakili pak kadis ikut sidang,saya bilang pak Lukman ngerjain saya,bapak ibu saya ngobrol di dalam muter” engga mungkin saya berdebat panjang di dalam,percumakan tadi saya mau nyampaikan ke ibu bapak belum tuntas,nah oleh karena itu itu kami sedang reses,ya besok terakhir nanti di buka di hari Senin,sya akan minta langsung gelar rapat ini perwakilan orngtua ,sekolah dan dinas pendidikan.kalau di panggil oleh DPRD dan rapatnya di DPRD dengan kadis nya langsung .” Ucap Ade Hidayat dari fraksi Gerindra. Kepada masyakat. Dalam hal ini seharusnya dewan perwakilan rakyat daerah seharusnya kalau Memang ada kejanggalan di SMA negeri 20 kenapa engga panggil langsung pihak terkait .karena yang namanya PPDB tentunya dewan sendiri terlibat dalam pengawasan dan seharusnya sudah mempunyai data yang valid dan bisa memanggil seluruh sekolah yang memang bermasalah dalam jumlah murid, sehingga pertemuan dengan pihak sekolah pun engga ada titik temu karena emang sudah sesuai aturan keputusan menteri .dan dengan rombel 10 kelas. Menurut Kepala sekolah saat dijumpai diruang kerjanya mengatakan,” bahwa saya sudah terima kedatangan. Dewan dengan mengecek ke kelas dan tidak ada masalah per kelas 36 .lalu kami terima lagi dewan fraksi Gerindra di dalam dan menghadirkan kepala sekolah swasta dengan tujuan minimal ada solusi untuk masuk ke swasta,tapi masyarakat mendesak ingin di SMA negeri 20 bagaimana bisa ruang aja engga ada dan kalau saya terima jelas saya menyalahi aturan keputusan menteri,ucap kepsek.Pengamat Pendidikan yang enggan disebutkan jati dirinya mengatakan,” seharusnya aspirasi ini di sampaikan ke dinas pendidikan provinsi,atau ke dewan ,bukan dewan datang ke sekolah panggil orang yg terkait dengan masalah ini,karena dewan punya tugas pungsi pengawasan. Kalau melihat begini patut di duga ada indikasi bahwa dewan mencari kesalahan pribadi ,” tutur aktifis. Wartawan senior bidang pendidikan Umar menyatakan,” seharusnya pihak dewan sebelum melangkah tentunya harus cross cek di masyarakat dan kelengkapan validasi data,karena dewan tentunya berhak memanggil seluruh kepsek SE – kab Tangerang apabila ada indikasi penympangan baik dari jumlah murid maupun permainan uang.kalau saya amanati kejadian 4-8-22 di SMA negeri 20 ini salah kaprah kenapa dewan harus sidak ke sekolah tersebut,kalau memang sekolah yang di kunjungi bermasalah kenapa tidak dilakukan pemanggilan.ada apa dengan kunjungan dewan kesana jangan ” ada kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan tugas dewan begitu besar tugas sebagai wakil rakyat ,padahal pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sudah berjalan,ada apa sebenarnya ? ucap Umar. (Sihar/Handri)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.