Natuna, (MR)
Pemkab Natuna sambut kedatangan Pangkostrad Letjen TNI Edi Rahmayadi, saat meninjau persiapan Latihan PPRC. Dan sejumlah persiapan latihan pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) akan dilaksanakan bulan Maret mendatang. Menggunakan pesawat Primer one A9208 TNI AD, Pangkostrad Letjen TNI Edi Rahmayadi tiba di bandara Raden Sadjad.
Ikut dalam kunjungan ini Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni, Danrem 033/WP Brigjen TNI M Fachry, staf ahli Kostrad, Kolonel inf Josia Mamuko dan sejumlah pejabat TNI AD.
Kedatangan Pangkostrad ini disambut oleh Wakil Bupati, Ngesti Yuni Suprapti, ketua DPRD, Yusripandi, Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf, Ucu Yustiana, Danlanal, Danlanud serta sejumlah FKPD.
Usai penyambutan, Pangkostrad dan rombongan menuju Batalion Yonif 136 Reider Khusus Tuah Sakti Kompi Senapan C untuk bertemu sekaligus memberikan pengarahan kepada unsur tinggal latihan Ancab TNI AD satuan Kostrad yang dilaksanakan akhir 2016 lalu.
Didepan sejumlah awak media. Ia mengatakan, latihan PPRC ini adalah salah satu kegiatan untuk melatih ketangkasan dan kesiapan pasukan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk bertempur dalam membela NKRI.
“Direncanakan latihan ,ini akan laksanakan pada bulan Maret di Natuna, ” ungkapnya.
Mungkin akan jadi pertayaan, kenapa kegiatan latihan ini dilakukan di Natuna?, alasannya, Natuna merupakan salah satu wilayah NKRI yang berada paling depan, dan merupakan poros tengah antara Negara luar. Sehingga, menjadi perhatian Kusus,dan perlu di jaga keamanan.
Dalam latihan nanti kata Pangkostrad akan melibatkan satu Brigade khusus yang terdiri dari unsur AD, AL dan AU. Kemudian sambungnya, akan menerjunkan alutista yang di miliki TNI.
“Yang diterjunkan adalah satu pasukan dari Brigade Khusus TNI dimana ada semua unsur, seperti AD, AU AL serta melibatkan Alutista,” ungkapnya
Dalam latihan nanti, akan dibuat berbagai skenario tempur seolah olah dalam perang yang sesungguhnya, guna melatih Personil, untuk menjaga wilayah NKRI. >>Roy
