Wabup Mura Narasumber Pelatihan Kepemimpinan Perempuan KPPPA

Wabub Mura Saat Memberikan materiMusi Rawas, (MR)
Wakil Bupati Mura sekaligus narasumber Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah, Hj Suwarti mengatakan keinginan untuk maju dikancah perpolitikan karena sejak awal tumbuh di masyarakat sebagai bidan desa di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Mura, disana terlihat jelas bagaimana kehidupan masyarakat khususnya perempuan, yang kurang mendapat perhatian dalam kancah perpolitikan nasional Sehingga, ketika tahun 2009 adanya undang-undang partai politik mengenai keterwakilan perempuan membuat dirinya terpanggil untuk menjadi calon legislatif di Kabupaten Mura.

“Tidak lain semuanya untuk meningkatkan kehidupan dan mengangkat keterwakilan perempuan. Sehingga, menjadi motivator di perempuan lainnya untuk dapat mengembangkan diri dalam perpolitikan daerah dan lainnya,”tegas Suwarti dalam pembicaraannya.

Dirinya menjelaskan, perempuan bisa berkarya dimanapun dan organisasi apapun. Yang utama tidak melupakan lingkungan sekitar. Sehingga, perempuan tersebut paham kondisi lingkungan pemukiman dan lainnya.
“Kita harus paham dengan kondisi sekitar pemukiman. Turut peduli dan memiliki kemampuan bermasyarakat. Sehingga, masyarakat pahami keberadaan perempuan dan organisasi yang ada,”pungkasnya.

Sementara itu Assisten Deputi Hukum Pertahanan dan Keamanan Deputi I Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr Darsono mengatakan, kesetaraan gender menjadi perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Karena perempuan bisa maju khususnya dalam kancah perpolitikan menjadi kepala daerah.

Perempuan bisa maju dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dikehidupan sehari-hari dan kancah perpolistikan. Karena ada sifat-sifat universal yang sama sehingga menjadikan gender seperti berani, bijaksana, cerdas dan memimpin.

“Sifat yang tidak bisa berubah adalah biologis. Sehingga, isu gender menjadi perhatian. Karena untuk kepemim pinan, perpolitikan dan memangku amanah jabatan wanita bisa berpeluang dan bisa dilakukan. Tanpa melupakan kodrat sebagai perempuan,”tegas Darsono. Saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah bekerjasama Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel.
Menurutnya, hasil pembelajaran kepada para perempuan di seluruh Indonesia terkait pelatihan kepemimpinan perempuan potensial calon kepala daerah sebanyak 136 orang dan menjadi kepala daerah serta wakil kepala daerag sebanyak 73 orang menjadi kepala daerah. Ini menunjukkan perempuan menjadi potensial menjadi pemimpin daerah.

“Kita berharap para perempuan bisa berkiprah baik di organisasi maupun lainnya dan menjadi motivator kepemimpinan di masyarakat. Sebab, kondisi sekarang isu-isu perempuan dan anak banyak terjadi,”jelas dia.
Darsono menjelaskan isu perempuan dan anak bisa dituntaskan dengan perempuan menjadi pemimpin dan mengajak seluruh perempuan membangun dan lepas dari masalah-masalah yang terjadi seperti kekerasan perempuan dan anak, perdagangan perempuan, kemiskinan, single parent. Karena keterwakilan perempuan dibidang hukum dan politik membawa perubahan besar. “Harapan kita keterwakilan perempuan dalam pemerintahan, hukum dan politik dapat terus meningkat. Perempuan secara sadar memiliki potensi memimpin karena keinginan untuk maju,”katanya. >>Nov

Related posts