Ciamis, (MR)
Wabub Kabupaten Ciamis menggelar acara tentang pembahasan penanggulangan siswa Drop out dalam rangka penanggulangan kemiskinan daerah 14/5 bertempat di SMP Negeri 1 Cisaga di hadiri oleh ketua komisi 1 DPRD, Kadis sosial, Kabid Bapeda, Kadis pendidikan, serta Kabid pendidikan, serta para kepala sekolah per-Komosariat, diantaranya SMP Cikoneng Kawali dan Cisaga.
H. Jeje Wiradinata selaku Wakil Bupati Ciamis ketika di temui usai rapat mengatakan kepada MR, sebentar lagi penerimaan siswa baru tentunya kita di LPTKD layanan terpadu kemiskinan ada bidang pendidikan ini sebagai bagian dari langkah itu agar tidak boleh ada siswa di Kabupaten Ciamis yang tidak melanjutkan, di karenakan persoalan Biaya ataupun persoalan lain tentunya kita mumpung dari awal kita diteksi seperti apa untuk diambil sebagai langkah-langkah kebijakan, sebagai bentuk upaya, tergantung data-data itu, kalau memang yang miskin, atau ketidakmampuan, tentunya kita akan kordinasi dengan SMA dan SMK untuk di bicarakan bersama. Contohnya DSPnya minta di ringankan, siswa kita di kelas 9 berjumlah 12.000 lebih daya tampung kita SMK SMA hanya 5000 lebih, jadi kita punya 7000 orang itupun menjadi bagian dari tindak lanjut, Drs. Toto Marwoto, M.pd selaku kepala dinas pendidikan Kabupaten Ciamis mengungkapkan.
Ini sebuah apresiasi yang patut kita cermati dan kita sikapi secara lebih konprensif kenapa Wakil Bupati langsung memimpin rapat kegiatan khususnya kita untuk membuat sebuah pendataan yang betul betul akurat, karena kita tahu bersama, betul apa yang di sampaikan apa yang di sampaikan Pak Wabub dan ini adalah awal dari sebuah progres untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan dan kita tahu bersama bahwa implementasi yang sudah di canangkan oleh Bapak Presiden ada 3 elemen salah satunya itu pendidikan, kesehatan ekonomi itu, kabinet kerja sudah menjadi sebuah sasaran yang paling mendasar.
Artinya disini kita harus bisa mengembangkan dan meningkatkan salah satu dari aspek pendidikan itu, kami sudah membuat format yang menjadi sasaran utama itu adalah bagaimana kita mengatisipasi siswa yang rawan DO (Drop out) dari aspek kelembagaanya juga jumlah siswa yang di perkirakan.
Kemudian kita bisa melihat tentang siswa yang putus jenjang pendidikan ini juga baik dari segi aspek kelembagaan, di rekapitulasi juga kita akan melihat data siswa yang melanjutkan ini sudah cukup lengkap dari per intitusi atau satuan pendidikan kemudian nanti bisa di rekapitulasi dan bisa di laporkan secara utuh, selanjutnya kita akan pantau siswa yang akan melanjutkan ke SMA, smk atau MAN itu sudah bisa tercover yang bapak ibu laporkan, dan nanti akan disosialisaikan dan memang dari yang 7000 siswa itu ada indikasi. Pertama bisa saja siswa itu sekolahnya di luar Ciamis bisa di Banjar bisa di Pangandaran bisa ke Tasik, bahkan bisa jadi keluar Jawa Barat, program penanggulangan kemiskinan itu di Kabupaten Ciamis itu baru 14.000, ini sebuah apresiasi yang begitu empati khususnya pemerintah Kabupaten Ciamis untuk membuat program melanjutkan, kita baru 420 kartu celakan Insa Alloh di 2015 kita akan berkordinasi antara pihak Bapeda dan Dinsos dan nanti kita bisa memadukan data itu secara lebih kongkrit dan lebih konprensif. >>Hr
