UPTD TERNATE UTARA LAKUKAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI KE SETIAP SEKOLAH

ROSDIANA DRAKEL S.Pd M.Pd KEPALA UPTD TERNATE UTARA

Ternate Utara, (MR) – Dalam rangka terselenggaranya aktifitas pembelajaran di masa pandemi covid 19 khususnya di jenjang pendedikan dasar SD dalam wilayah kerja UPTD Ternate Utara , saat ini pula giat dilakukan pemantauan dan evaluasi terkait efektifitas pembelajaran serta kinerja guru dan kepsek di satuan pendedikan dasar .

Diwawancarai awak mediarakyatnews .com , kepala UPTD Kecamatan Ternate Utara , Rosdiana Drakel S.Pd M.Pd menyebutkan ada 24 SD yang masuk dalam wailayah kerja UPTD Utara , dari 24 sekolah tersebut tidak semuanya diterapkan metode pembelajaran online atau daring . Ada juga sekolah yang dengan pertimbangan teknis layanan signal jaringan internet yang tidak efektif serta pertimbangan sosial ekonomi masyrakat dalam pemenuhan kepemilikan HP android yang terba terbatas bagi anak anaknya maka pembelajarannya di lakukan metode ofline.

“Kita lakukan kolaborasi karena ada sekolah sekolah yang penerapan metode daringnya efektif tidak menuai masalah teknis maupun eksternal tapi ada sekolah yang terkendala baik dari sisi tekhnis maupun dari sisi sosial ekonomi ” tandas Rosdiana .

Ia juga menambahkan guna terselenggaranya MONEV ( Pemantauan / Monitoring – Evaluasi ) ke setiap satuan pendedikan maka turut difungsikan pula pengawas dalam wilayah kerjanya. Pelibatan pengawas sekolah ini dimaksudkan untuk membantu terselenggaranya MONEV ke setiap sekolah juga untuk mengetahui secara langsung konsistensi setiap kepsek dan guru terhadap regulasi pembelajaran di masa pandemi semisal penerapan aturan protokoler kesehatan .

Peraih predikat guru berprestasi tingkat nadional tahun 2016 ini juga menghendaki perlunya penguatan mutu pendedikan di Kota Ternate dengan mengatrol beberapa variabel penting semisal peningkatan kreatifitas guru dan kepsek pada jenjang pendedikan dasar , peningkatan penguasaan guru terhadap IT . Menurut Rosdiana , kebijakan pendedikan oleh para decitation maker harus lebih diorentasikan untuk peningkatan mutu . ” peningkatan mutu harus menjadi center point dalam setiap kebijakan . Apalagi budgeting anggaran untuk peningkatan mutu itu nilai nominalnya sangat fantastis ” ungkapnya .

Alumnus magister pendedikan IAIN Ternate ini menambahkan kebijakan pendedikan yang berorentasi proyek ( project oriented ) harus dinomortigakan. Lagi lagi persoalan mutu adalah tidak sekedar diskursus tapi perlu real action. (ADV) (KOKO ATENG MRC)

 20,722 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.