Ciamis, (MR)
Belum lama ini Koperasi pondok pesantren Al-Fattah terletak di Desa Bojong Mengger Kecamatan Cijengjing masih satu atap dengan smk al-fattah Louncing BMT (Baitul Mal ma Tanwil ).
Kh.H.Ali Ma’sum sebagai ketua yayasan pendidikan Islam Al-fattah sekaligus pengasuh ponpes Al-Fattah, ketika di jumpai wartawan koran ini di sela kegiatan tersebut. Menurutnya, BMT merupakan sebuah gagasan lama. Sebenarnya sejak berdirinya koperasi ponpres al-fattah dan mulai di kembangkan pada saat ini untuk lebih memasyarakat, dan ini merupakan jawaban tentang jawaban adanya beberapa yang istilah yang mengatas namakan koperasi yaitu kosipa yang beredar di masyarakat.
Kosipa ini muncul di lingkungan pesantren, sementara pihak pesantren tidak bisa melarangnya. Untuk mengantisipasi itulah dengan kata lain pesantren harus mendirikan sebuah BMT (Baitul Mal ma Tanwil) artinya menghinpun dana, dana umat dana masya rakat baik itu sipatnya tabungan atau pinjaman ,atau tabungan qurban,tabungan haji dan umroh kemudian ada tabungan menjelang hari raya dll.
Mungkin itu merupakan jawaban atas kebutuhan, yang menurut Kh.H.Ali Ma’sum, koperasi ini sipatnya umum untuk masyarakat luas dan juga untuk siswa smk itu sendiri yang ada di lembaga ini bahkan untuk anggota kayawan yang ada di lembaga harus masuk menjadi anggota.
Berdirinya BMT ini yang pertama untuk menghimpun dana umat yang kedua untuk lebih memasyarakatkan ekon omi yang berdasarkan sari,ah sesuai dengan agama kita yang ketiga ini adalah kebutuhan yang sangat pokok juga di lembaga dan yang ke empat adalah paling tidak sedikit yayasan mempunyai dana operasional dari hasil yang didapat dari BMT ini. Untuk kepentingan lembaga itu sendiri diharapkan sekali mudah-mudahan dengan louncing hari ini BMT bisa berkembang pesat dan juga memasyarakat dan juga sambil berbenah diri, terutama managemen supaya nanti masyarakat bisa merasakan mangfaatnya tuturnya. >>Hr
