Try Out Provinsi Jadi Tolak Ukur Target Kelulusan

Anambas,(MR)

TRY OUT pertama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diadakan secara serentak di seluruh wilayah Kepri dimulai dari senin (29/01) sampai rabu (01/02). Try out ini diadakan untuk mempersiapkan para siswa-siswi se-Provinsi Kepri dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) yang renca-nanya akan diadakan mulai bulan April mendatang.

KKA juga termasuk salah satu kabupaten di Kepri yang ikut menyelenggarakan Try Out tersebut melalui Dinas Pendi-dikan (Disdik). Tidak tang-gung-tanggung, Kadis Pendi-dikan, Herianto turun langsung kelapangan “Semalam kita lembur dan hari ini juga kita sibuk, tapi saya sendiri lang-sung memantau kelapangan, ini baru saja pulang dari SMP Negeri 2 Tarempa,” ujar Herianto saat ditemui diruang kerjanya.

Tindakan Herianto menun-jukkan bahwa program Try Out ini merupakan hal yang sangat serius untuk diperhatikan, “Kita baru bisa mengukur target kelulusan kita setelah hasil Try Out ini keluar. Karena dari hasil try out ini kita bisa ukur tingkat kesiapan siswa kita,” kata Herianto.

Dari dari Data Nominatif Sementara (DNS) yang dida-patkan dari Dinas Pendidikan KKA, diketahui jumlah siswa KKA yang akan mengikuti UN adalah 367 siswa SMA, 609 siswa SMP dan 7332 siswa SD.SMA Negeri 1 Siantan memiliki cara sendiri dalam menghadapi try out kali ini.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Siantan, Supriyanto, S.Pd mengatakan bahwa try out ini menjadi ajang test mental bagi siswa yang bersekolah di SMA Negeri 1 Siantan. “Dalam try out kali ini kita sekaligus mengetest mental siswa kita. Kita buat suasana didalam nya sama persis seperti UN, tujuan-nya supaya siswa kita bisa siap secara mental dalam mengha-dapi UN,” ujar Supriyanti saat ditemui di ruangan nya.

Supriyanto menilai mental siswa adalah hal yang tidak bisa dilupakan. Supriyanto berkisah dirinya pernah mendapati siswanya sangat ketakutan sampai LJK yang digunakan untuk mengisi jawaban basah berkali-kali diganti. “Mental itu perlu pak, Kalau tidak siap mental, bisa gemetaran saat ujian. Siswa saya pernah ada yang keringatan diruangan ujian sampai LJK nya berkali-kali diganti. Itu kan bahaya, LJK yang sensitive terkena kerignat. Itu akibat tidak siap mental,” paparnya.

Ditanya soal kesiapan materi siswa, Supriyanto mengatakan  “Kita sudah siapkan siswa kita semaksimal mungkin, kita sudah adakan terobosan sampai sore hari supaya siswa kita juga siap secara materi soal,” kata Supri-yanto.

Bagi Supriyanto try out kali ini akan dijadikan penilaian kesiapan siswa untuk mengha-dapi UN. Dari data hasil try out ini Supriyanto akan mengambil beberapa data mengenai keku-rangan siswa, termasuk mata pelajaran apa yang menjadi kekurangan siswa. “Dari hasil try out nanti akan kita cari kele-mahan siswa kita, lalu kita akan segera adakan perbaiki proses belajarnya,” kata Supriyanto.

Waka Humas SMA Negeri 1 Siantan, Rodeah,S.Ag menga-takan siswanya sudah siap 75% dalam menghadai UN. Dia menargetkan siswanya akan lulus 100% tahun ini. “Siswa kita sudah 75% siap. Belum siapnya hanya di materi yang belum kita ajarkan saja. dan secara mental mereka terlihat lebih santai dalam menghadapi try out ini, padahal kita sudah set semua-nya seperti UN, Cuma penga-wasnya saja tidak saling silang,” kata Rodeah.

Siswa sendiri  juga kelihatan angat berkonsenrasi dalam menghadapi ujian. Ketika wartawan memantau pelaksa-naan try out di SMA 1 Siantan terlihat sejumlah siswa sedang berkonsentrasi mengulang pelajaran yang akan mereka hadapi hari ini. Beberapa siswa malah duduk berkelompok untuk berdiskusi membahas soal-soal yang mereka tidak pahami.

Ebin, Parsinawati, Saharud-din, Nurmayanti dari kelas XII IPA dan Zulkifli dari kelas XII IPS mengatakan try out kali ini cukup menguras pikiran mereka. “Biasanya try out itu lebih susah daripada UN, tapi karena kita sudah pernah Try Out waktu SMP kita sudah terbiasa dengan suasananya, tidak kaku lagi,” papar Ebin dan Saharud-din.

Dari IPA mata pelajaran yang paling sulit adalah fisika dan matematika, sementara yang paling mudah adalah bahasa Indonesia. “Geografi paling sulit karena banyak soal yang diluar prediksi kita. Hanya 30% yang keluar, sisanya kita tidak duga sama sekali,” kata Zulkiffli.

Ditanya sejauh mana persia-pan yang telah mereka lakukan selama ini, masing-masing ternyata  memiliki jawaban yang berbeda.“Persiapan extra itu kita butuhkan waktu pelajaran fisika, matematika. Untuk IPS akuntasi. Untuk mata pelajaran lain asal dapat memperhatikan dengan baik pasti bisa,” papar mereka.

Kendati menilai persiapan mereka sudah baik, mereka memohon kepada guru mereka untuk lebih memantapkan lagi persiapan mereka untuk menghadapi UN, terutama untuk masalah listening bahasa inggris. “Mata pelajaran lain sudah bisa. Tapi listening kita masih sangat kurang, baru 2 kali kita dilatih listening. Kalau bisa tolong lah ada latihan listening lagi,” demikian pinta mereka. >> Eichiro/ Edo

Related posts