Saturday, 17/11/2018 | 11:19 UTC+7
Media Rakyat

Tidak di Anggarkan, 600 Penerima RTLH Bakal Gigit Jari?

Natuna, (MR)
Sekitar 600 KK warga miskin di Kabupaten Natuna, bakal gigit jari, karena tidak bakal menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah daerah. Hal tersebut diakui langsung oleh Kepala Disnakertransos, saat dikonfirmasi  usai mengikuti kegiatan di Dinas Bapedda Bukit Arai baru-baru ini.

Kamaruddin mengatakan, untuk tahun ini, Kita tidak ada menganggarkan kegiatan sosial rehab RTLH. Hal tersebut dikarenakan minimnya anggaran APBD Natuna, Anggaran yang sekarang banyak tersedot untuk membayar utang, kepada pihak ketiga karena sebelumnya APBD Natuna defisit 500 millyar. Jadi dana yang tersedia, harus membayar utang terlebih dulu. Memang ini bakal jadi dilema tapi apa boleh buat. Anggaran tidak cukup katanya. Iya kalau tak ada di murni, nanti di APBD-P Kita anggarkan, ucap sang Kadis enteng. Pernyataan Kadis Nakertransos ini, diperkuat lagi dengan pernyataan Kepala Bappeda. Menurut Hardinansyah, Pemkab Natuna tidak dapat menganggarkan karena APBD Natuna tidak mencukupi.

Dilain pihak, Sekretaris Disnakertransos mengaku bingung jika program RTLH tahun 2016 ini gagal. Hal tersebut dikarenakan, data para penerima RTLH sudah rampung, tinggal menunggu anggaran saja apa ada atau tidak. Jika ini gagal apa yang akan kami katakan kepada masyarakat, ucapnya Firdaus.

Diakuinya, penyaluran RTLH merupakan program dari Provnsi, ditambah dengan dana searing dari daerah. Artinya Provinsi memberi 2, Daerah 1. Sedangkan tahun ini, Natuna mendapatkan 600 KK penerima RTLH. Itu artinya Pemkab Natuna harus menyediakan biaya pembangunan 200 KK, sementara  anggaran untuk membangun satu rumah tidak layak huni, di bandrol 22 juta. Dana tersebut dinilai masih minim, namun sudah sangat membantu. Firdaus juga menyampaikan, saat ini belum ada informasi dari Provinsi apakah bantuan tersebut dianggarkan atau tidak. Sebab SK Gubernur tentang bantuan RTLH sudah ada sama Kita. Saya rasa tidak mungkin tak dianggarkan. SK Gubernur ini juga diperkuat oleh pernyataan dari anggota DPRD Provinsi Kepri, Sopian Syamsir. Mereka mengaku menyetujui kegiatan ini, tinggal Daerah saja, siap atau tidak anggarannya.

Karena, jika Daerah tidak menyediakan anggaran 200 penerima RTLH, maka provinsi tidak bakal menyalurkan bantuan dana 400 penerima RTLH. Padahal Kita sudah susah payah untuk mengajukan ini baik melalu Pemerintah maupun DPRD. Jika ini tidak terwujud, kami tidak tahu mau ngomomg apa kepada Masyarakat.

Tidak dianggarkannya Bantuan RTLH pada APBD murni tahun 2016, dapat dipastikan 600 warga miskin penerima RTLH tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Natuna bakal gigit jari, gara-gara 4,4 milyar, hilang bantuan dana 8,8 milyar. Padahal Kabupaten Natuna, masih banyak membutuhkan dana untuk kesejahteraan masyarakat.

Meski digadang-gadang merupakan daerah kaya akan sumberdaya alam, ternyata dari segi kehidupan, masyarakat Natuna masih banyak tergolong miskin. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan dari tahun-ketahun tentang penerima bantuan RTLH. Sangat disayangkan, jika bantuan berbentuk sosial dimasyarakat ini, tidak dapat segera terealisasi. >>Roy

About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.