Syahril: Pembangunan Bendungan Leuwi Keris Masih Berjalan Sesuai Dengan Schedule

Banjar, (MR)
Kepala Bidang Pelaksanaan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy Syahril mengatakan, sejauh ini pembangunan Bendungan Leuwikeris masih berjalan sesuai dengan schedul. Hal ini di sampaikan ketika ditemui di ruang kerjanya di Kantor Balai Besar wilayah Sungai Citanduy Kota Banjar.
Di Kabupaten Ciamis Dan Tasikmalaya sedang dibangun mega proyek Bendungan Leuwikeris, β€œbendungan ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai lumbung air untuk irigasi, pasokan Air Baku PDAM, dan pembangkit listrik tenaga air, dan tujuan sebagai lumbung air untuk menghadapi musim kemarau agar para petani bisa bercocok tanam sepanjang tahun,” ucap Syahril.
Menurutnya, terkait dengan pembangunan Bendungan Leukeris ini dikerjakan oleh empat kontraktor dari BUMN, sejauh ini tidak ada hambatan, atau masalah sosial lainnya, kalaupun ada tentunya akan diselesaikan secara persuasif oleh unsur terkait, untuk pembebasan lahan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu untuk konstruksi dan lahan gena-ngan air yang akan menampung air sekitar 80 juta kubik.
β€œPembangunan ini akan diawasi oleh kita dan consultan supervisi sehingga pekerjaannya akan terkontrol dengan baik, dan Bendungan Leuwikers ini memiliki terowongan sepanjang 1.500 meter untuk mengalirkan air, secara administratif, lokasi bendungan tersebut terletak di antara dua daerah administratif pemerintahan yakni Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya,” kata Syahril.
Fungsi utama bendungan ini selain akan menjadi lumbung air dan irigasi, Bendungan Leuwikeris ini sangat strategis karena akan menampung air hujan tidak begitu lepas saja dan dapat digunakan untuk mengairi sawah di Lakbok Utara seluas 6.600 hektare dan Lakbok Manganti seluas 4.616 hektare. Sumber air baku sebesar 845 liter/detik digunakan untuk masyar-akat Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis dan untuk pengendali banjir, pembangkit listrik 2 X 10 MW, dan kedepannya setelah bendungan ini selesai untuk area pariwisata akan kita serahkan kepada pemda setempat.
β€œPerkembangan pekerjaan bendungan dengan luas genangan 242 hektare itu sudah dilakukan sejak November 2016 dan ditargetkan selesai Maret 2021 dan untuk biaya konstruksi dan supervisi menelan anggaran kurang lebih Rp 1,9 Triliun lebih. Dan untuk informasi yang lebih mendetail silahkan saja dengan yang bersangkutan dengan fisik yaitu Satker dan PPK nya,” tutup Syahril. >>Damanik/Adhie JB

Related posts