Solusi Tambang Emas : Ratusan Masyarakat Adakan Dialog

Banyuwangi (MR)
Ratusan masyarakat di seki-tar tambang emas, Desa / Keca-matan Pesanggaran, Kabupa-ten Banyuwangi, Jum’at (29/7) sekira pukul 10.00 wib, mela-kukan dialoq bersama Muspika, Perhutani, serta PT Indo Multi Niaga (IMN), di Kampung lima enam (56) Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran.
Perwakilan masyarakat disekitar tambang emas terse-but Ir. Sasongko, MM, Faisol, Bambang, Karni, Pairin, lima perwakilan tambang rakyat tersebut asal  Desa Pesangga-ran, itu ditemui Muspika leng-kap, serta perwakilan pihak Perusahaan Tambang Emas PT IMN.
“Situasi dialoq itu sempat memanas, karena kedua belah pihak tidak menemukan jalan solusinya, Pihak Muspika Pesanggaran, mengarahkan agar aspirasinya itu disalurkan di Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi, Karena kami yang ada di bawah hanya melakukan perintah saja tuturnya.
Ir. Sasongko, tetap ngotot bahwa masyarakat bisa diper-bolehkan untuk menggali lu-bang lagi, “Alasan kelima perwakilan masyarakat (tam-bang emas Rakat) itu bulan depan sudah memasuki bulan Romadhon, sedangkan kita tidak boleh menggali lubang lagi bagaimana nasib kita mas.” jelasnya.
Dengan adanya masyarakat melakukan penggalian tambang emas yang ada di petak 78/79 kawasan Perhutani, itu paling tidak bisa mendongkrak pereko-nomian masyarakat Desa Pesanggaran dan sekitarnya.
Promono, salah satu perwa-kilan perusahaan PT Indo Multi Niaga (IMN) mengatakan, “apa yang disampaikan oleh kelima perwakilan masyarakat itu kami juga tidak bisa memutuskan mas, karena kalau masalah Brimob yang ditugaskan disini itu bukan kewenangan kami, tetapi kewenangan aparat pene-gak hukum.” sergahnya.
Camat Pesanggaran, Danis-woro, ketika ditemui MEDIA RAKYAT menjelaskan bahwa kewenangan untuk boleh dan tidaknya masyarakat melakukan penggalian lubang tambang emas yang ada di lokasi perhu-tani, bukan kewenangan Mus-pika tetapi itu sudah kewe-nangan Muspida, terangnya.
Perwakilan Perhutani Banyuwangi Selatan, Ir. Ketut Gede Sukanta Wiyasa, ditemui terpisah menerangkan: “bila mana masyarakat nekat melaku-kan penggalian lubang tam-bang emas di kawasan Perhuta-ni, maka kami juga terus melaku-kan operasi di wilayah kami ser-gahnya.” dengan tegas. (EKO)

 83 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts