SMP Al-Irsyad Ternate Siap Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Sekolah SMP Al-Irsyad Kota Ternate Fauziah, S.Ag,M.Pdi

Kota Ternate, (MR) – Instruksi Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate ke setiap satuan pendidikan dari TK Paud sampai SD,  SMP dan MTs yang ada di Kota Ternate untuk memberlakukan metode pembelajaran tatap muka mendapat respon positif dari kepala sekolah dan guru-guru khususnya di SMP Al-Irsyad Kota Ternate.

Tidak sebatas respon positif dan apresiasi dari pihak pelaksana pendidikan namun hal senada juga datang dari orang tua siswa, mereka para orang tua siswa yang menegasikan tanggung jawab anaknya setiap sekolah juga antusias menghendaki sekolah secepatnya mengimplementasikan pembelajaran tatap muka.

Diwawancarai diruang kerjanya Kepala Sekolah SMP Al-Irsyad Kota Ternate Fauziah, S.Ag,M.Pdi menjelaskan banyak permasalahan yang terbilang ribet dan serba sulit pada saat penerapan metode daring. Dengan begitu pihaknya saat itu mengambil langkah dengan cara membuat bahan ajar untuk dibagikan kepada siswa, siswa kemudian diberikan limit waktu 3 hari belajar atau mengkaji bahan ajar / LKPS kemudian mengembalikannya ke pihak sekolah dan selanjutnya dapat mengambil LKPS kedua dengan limit waktu yang sama.

“Metode Pembelajaran dengan menggunakan LKPS ini kita berlakukan dalam seminggu 2 kali artinya setelah siswa mengambil bahan ajar / LKPS pertama berselang 3 hari kemudian siswa mengembalikannya ke pihak sekolah dan dapat mengambil LKPS kedua dengan limit waktu yang sama, cara seperti ini lebih efektif ketimbang menggunakan model pembelajaran daring dengan skema yang terbilang rumit” ungkapnya.

Saat ini pula SMP Al-Irsyad telah siap dengan metode pembelajaran tatap muka namun menurut Fauziah model pembelajaran tatap muka ini diberlakukan dengan tetap mengacu kepada SOP yang telah dibuat semisal siswa wajib menggunakan masker, cuci tangan, menghindari kerumunan dan kalau ada siswa yang sakit dilarang ke sekolah atau orang tuanya dapat meminta izin, selain itu juga pembagian kelas yang tadinya jumlah siswanya perkelas 30 siswa dipecah / dibagi dua kelas dengan masing-masing kelas berjumlah 15 siswa. (Ateng)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.