Ciamis, (MR)Seni budaya calung merupakan kesenian tradisional sebagai warisan seni budaya Daerah yang dimiliki oleh orang sunda dan kesenian ini sering diperankan oleh group “Daminatila” di bawah kepemimpinan Engkus Kuswana yang sering di panggil Uceng. “Selama ini kesenian tersebut di rasakan hampir luntur oleh budaya modern, namun baginya budaya seni tersebut tetap dirawat dan di lestarikan juga dikembangkan kultur keasliannya,” ujar Engkus saat di hubungi reporter Media Rakyat.
Lebih jauh Engkus menjelaskan, “bahwa untuk seni budaya calung ini selain sebagai salah satu seni budaya daerah yang kuat kaitanya sebagai warisan tradisi budaya seni daerah Kabupaten Ciamis yang mana karya seni tersebut merupakan generasi turun temurun sebagai warisan seni sunda midang tatar galuh Kabupaten Ciamis,” tuturnya.
“Dan merupakan gudangnya seni budaya antara lain, karya seni calung, angklung, wayang golek, dan masih banyak yang lainnya. Dengan adanya karya seni budaya tersebut maka itu perlu menjaga rawat dan melestarikan kemudian dikembangkan, terutama untuk para generasi,” sambung Engkus.
Seni calung ini adalah sebagai seni budaya warisan atas perjuangan sebagai karya seni budaya dan sangat besar nilainya sebagai mana karya seni budaya Ciamis khususnya karya seni budaya angklung yang mana telah mendapat tanggapan dan respon yang, baik oleh Pemerintah maupun manca Negara diantaranya negara Singapura, Bahrain, Saudi Arabia, yang mana hal tersebut diperankan oleh putra putri Daerah Tatar Galuh Ciamis sebagai KPM Mahasiswa yang berada di wilayah Jogyakarya dapat mengapresiasi kan tradisi karya seni budaya tersebut. >>Adi Sumarna
