Saturday, 17/11/2018 | 11:22 UTC+7
Media Rakyat

Semarak Kirab Peringatan Cikal Bakal Desa Ngasem Berlangsung Meriah dan Kondusif

Kediri, (MR)
Pagelaran yang merupakan agenda rutin Desa Ngasem, tujuan utamanya wujud syukur atas pelimpahan rahmat,  nikmat, kenyamanan yang diberikan dari sang Pencipta (Allah SWT), sekaligus menjaga budaya (nguri-uri) adat jawi.
Senin (seloso kliwon) 1 Oktober 2018, berkumpul di rumah Pemangku Desa. Kirab ini diikuti warga, dan Pemdes. Ada 11 gunungan dibuat dari bahan hasil bumi Desa Ngasem. Ini mencerminkan guyub rukunnya warga, dan Kekompakannya, bisa sebagai contoh, atau teladan bagi Desa-Desa lain di Kediri khususnya. Sebenarnya kompak tidak hanya dalam acara bersih desa saja, tetapi juga di kegiatan lainnya. Selalu bersinergi dalam membangun mewujudkan kesejahteraan, dan kemakmuran.
Jam 14.00 arak-arakan kirab berjalan menyusuri jalan Dusun ke Dusun sejauh 3 Km menuju tempat cikal bakal (Eyang Sorenggono). Ada di barisan depan drumb band, di belakangnya Kepala Desa beserta perangkat yang berpakaian adat Jawa, berikutnya arak-arakan gunungan dari hasil bumi (sayur mayur, dan buah-buahan).
Ribuan masyarakat desa fokus menyaksikan, panas menyengat tetap antusias, setelah 1 jam lebih akhirnya sampai ke lokasi yang dituju. Pohon-pohon rindang dan sejuk, tempatnya agak rendah diatas sungai. Seluruh peserta kirab masuk mengikuti acara pecah ingkung.
Selanjutnya Didik (Sekdes) selaku panetiya memberi sambutan, “kirab ini merupakan salah satu bentuk kerukunan Warga. Kami dan warga hari ini mendapat rahmat, dan hidayah bisa melaksanakan. semoga Kita selalu rahayu nir ing sambikolo, dan Kami berharap Masyarakat bisa memahami. Semoga bisa didukung semua pihak karena merupakan kegiatan positif, dan perlu dilestarikan,” tuturnya.
Saat yang sama Supangi (Kades) memberi sambutan, “rasa Syukur kita panjatkan pada Allah SWT bahwa saat ini kita dapat menggelar acara rutin setiap tahun dengan baik dan sukses. Kami banyak terima kasih pula pada warga yang telah dengan semangat bisa merakit gunungan dengan baik, semoga kedepan lebih kompak lagi,” tegasnya.
Akhirnya tokoh adat memberikan hajatan selamatan secara adat kejawen, dan ditutup do’a di pimpin oleh safrudin (tokoh spiritual agama). Terakhir melantunkan 3 tembang (lagu) wajib yaitu pangeling-eling, kembang jeruk, dan gambir sawit oleh sinden gamelan. Ditempat terpisah dilanjutkan selamatan masal di rumah Pemangku Desa dan malamnya ada pagelaran langen bekso (tayuban). >>Ags
About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.