SD 45 Kota Ternate Ambil Bagian Dalam Atraksi Seni Budaya Ternate Pada Haornas Ke-35 Di Kota Ternate

Ternate, (MR)
Komitmen dan konsistensi Kepala Sekolah dan Dewan Guru SDN 45 Kota Ternate dalam melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal Ternate di bidang seni budaya dan bidang keagamaan patut diapresiasi. Ini dapat dibuktikan melalui wujud kegiatan nyata berupa pembentukan sanggar “Maku Dodara”.
Melalui sanggar ini pula yang sempat diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate Drs. Hi. Ibrahim Muhammad dan Kepala Bidang Kebudayaan Dipas P & K Kota Ternate Farida Syah, S.Pd. di tahun 2016, pihak sekolah mengagendakan dan memformulasi program sanggar dengan mengaktifkan siswa-siswi SDN 45 sebagai peserta yang dilatih secara intens.
“Pelatihan yang diikuti siswa dapat berupa seni kebudayaan lokal Ternate dan peningkatan nilai-nilai keagamaan berupa baca tulis Qur’an, Tadarrusan Al-Qur’an di Bulan Suci Ramadhan, Khatam Qur’an, Shalat Tarawih Berjamaah di Bulan Ramadhan dan Shalat Dhuha. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan sebagai wujud kepedulian masyarakat juga turut berpartisipasi memberikan bantuan biaya demi suksesnya kegiatan yang dikelolah oleh sanggar Maku Dodara SDN 45 Ternate,” tegas Yati A. S. Ali, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 45 Ternate.
Hal yang sama juga ditegaskan Abdul Rajak Abdullah, S.Pd, guru Penjaskes sekaligus pengelolah sanggar. Menurutnya adalah dosa besar jika masyarakat orang tua terutama pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan melakukan pembiaran terhadap ketidakmampuan dan ketidaktahuan anak-anak sebagai generasi islam yang tidak paham tentang Kitab Suci-nya. “Ini adalah dosa berjamaah, dosa yang ditanggung oleh semua elemen-elemen tersebut,” pungkasnya.
Sebagai sekolah yang sukses mengelolah sanggar budaya lokal, Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pendidikan, bidang kebudayaan akhirnya memberikan kepercayaan untuk tampil ambil bagian dalam peragaan seni budaya tradisional dan olahraga tradisional Ternate pada momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35 yang dipusatkan di Gelora Kie Raha Ternate pada 9 September 2018. Peragaan dan atraksi seni tradisional dan olahraga tradisional meliputi egrang, sarompah, jalan tampurung, jilo-jilo, cakalele, soya-soya dan lalayon.
Kepala UPTD Pendidikan Dasar Ternate Utara Hj. Non A. Mahmud, S.IP, sangat merespon dan memberi apresiasi terhadap SDN 45 dan berharap semua SD dalam wilayah kerjanya dapat menunjukkan kreativitasnya dalam seni budaya dan olahraga dengan cara membentuk sanggar seni dan olahraga di masing-masing sekolah. Ia berharap kearifan lokal seperti bahasa lokal Ternate, perlu diajarkan kepada siswa SD, tidak semata pengetahuan dan kosa kata atau perbendaharaan kata (vocabulary) bahasa Ternate tetapi penggunaan bahasa Ternate perlu dipakai dalam percakapan sehari-hari, ini dimaksudkan agar kearifan lokal bahasa Ternate tidak akan punah. >>Ateng

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.