Indramayu, (MR) – SARJANA Pendamping (Sarping) Program Dana Desa (DD), Badrunzaman, bersama dengan pengurus dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Ketahanan Desa, Perangkat Desa dan masyarakat petani, menghadiri lelang garapan tanah sawah eks Pangonan Desa Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan Panitia Lelang Muspika Anjatan, secara rutin setiap tahun.
Desa Cilandak Lor, mempunyai Pendapatan Asli Desa (PADes) Hamparan Usaha Tani berupa tanah sawah eks Pangonan Luas 40 Hektare, yang pada tahun 2016 dengan harga lelang Rp 826.200.000. dan pada tahun 2017 hanya diikuti seorang peserta lelang bernama H. Samsah, dengan harga lelang Rp 691.000.000. turun dibawah harga lelang tahun lalu. Meskipun begitu, pihak BPD dan Panitia menyetujui dengan alasan gagal penen.
Sehubungan hal tersebut, Media Rakyat menghubungi seorang Pengamat Sosial Kemasyarakatan di Indramayu, Imam Siswoyo, melalui Ponselnya Minggu malam dia mengharapkan, Sarping Program DD dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi pembangunan dan pelayanan umum yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sesuai UU RI No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Pasalnya, berdasarkan hasil konfirmasi sejumlah Ketua BPD di Kecamatan Anjatan, mereka ada yang mengaku belum mendapatakan Naskah APBDes Tahun Anggaran (TA) 2017, padahal didalam APBDes itu juga tertera hasil lelang garapan tanah sawah eks Pangonan sebagai sumber PADes desa yang bersangkutan, jadi sebaiknya Sarping Program DD berperan aktif mensosialisasikan Naskah APBDes bagi masyarakat setempat, tegas Imam Siswoyo. >>Mukromin
