Bombana, (MR)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana, Sulawesi Tenggara menemukan langkah inovatif dalam rangkan menuntaskan akses air bersih, pemukiman kumuh dan sanitasi layak. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Bombana akan menerapkan inovasi pembangunan Game Bom 100-0-100 dalam menangani masalah tersebut.
Rumus ini merupakan akronim dari Gerakan Masyarakat Bombana 100 persen akses air bersih , 0 persen pemukiman kumuh dan 100 persen Sanitasi Layak. “Inovasi ini sejalan dengan program nasional kementrian PUPR,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si kepada Wartawan di Ruang kerjanya, Senin (21/5).
Man Arfa, yang merupakan pencetus program ini, menjleaskan inovasi pembangunan ini menitikberatkan pada aspek partisipasi masyarakat, sehingga dalam proses pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaannya dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.
Selama ini, kata dia, pembangunan sanitasi dilakukan melalui sistim kontraktual atau dikerjakan pihak ketiga, dengan program ini, sistim kontraktual ditiadakan dan akan dilakukan dengan sistim pemberdayaan masyarakat.
“Misalkan, yang tadinya pembangunan sanitasi melalui kontraktual sekarang tidak lagi, kita berdayakan masyarakat sebagai objek dan subjek pembangunan itu sendiri, yang seperti ini sama seperti program padat karya,” paparnya
Mantan Staf Ahli Bupati Bombana ini menargetkan program ini bakal diimplementasikan dalam periode Pemerintahan H. Tafdil – Johan Salim, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bombana hingga lima tahun mendatang. Program ini, kata Man Arfa, mulai berjalan tahun 2018 menyasar 10 desa, masing-masing Desa Hukaea, Puulemo, Tontonunu, Mattirowalie, Pasare Apua, TeppoE, Baliara Selatan, Ulungkura, Pongkalaero dan Wumbuburo.
Dengan berjalannya inovasi pembangunan ini, Man Arfa berharap agar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi sehat segera terwujud secara menyeluruh.“Saat ini untuk sanitasi tercatat baru 60 % dan akses air bersih 70 %. Kita targetkan hingga Tahun 2022 nanti masyarakat Bombana dapat menikmati program ini hingga 100 %. Jika semua sudah tercapai, harapan kita angka harapan hidup bisa bertambah, tingkat kemiskinan bisa berkurang dan masyarakat bisa lebih sejahtera,” imbuhnya. >>HT
