Cianjur, (MR)
DEMI menjaga nama baik masyarakat di daerah masing-masing nya, nama yang biasa disebut Raskin sudah perlu ada perubahan dan di ganti menjadi beras murah (Rasmur) oleh karena tentu saja sangat baik bahasanya, lebih layak, sopan dan sangat menghargai terhadap masyarakat yang katagorinya di sebut rumah tangga kurang mampu (RTKM) maka itu di pandang nya baik publik maupun di pandang oleh negara tetangga bahasa Rasmur tidak terlalu menyolok imej nya tidak terlalu melemahkan dan tidak begitu memalukan terhadap masyarakat kita sendiri, karena pemerintah daerah perlu juga mensikapi bahasa-bahasa program yang sopan dan jaga imej.
Menurut Dadang Sutisna, kades Desa Ciwalen kecamatan Warungkondang Cianjur mengatakan, benar memang seharusnya Raskin di ganti jadi beras murah (Rasmur), kan lebih sopan dengan sangat menghargai terhadap masyarakat kita, selain itu hampir setiap desa di kabupaten Cianjur, Rasmur untuk keluarga rumah tangga kurang mampu RTKM.
Ini belum Terpenuhi 100% seperti di Desa Ciwalen penduduk sebanyak (10800) jiwa, dengan hak pilih (6.400) KK mengajukan Rasmur (800) KK namun yang terpenuhi RTKM (300 )KK, ya terpaksa cara mendistribusikan nya sangat dilematis karena yang (300) KK menuntut ke Desa, semua RTKM minta kebagian, ungkap sekdes Desa Bunisari Warungkondang Mumuh, “ya RTKM (830) KK yang baru dapat Rasmur (541) KK jadi (289) KK belum mendapatkan, Singkat nya.
Kepala Desa Bunikasih Memed dan Sekretaris Desa Cece Haedar Menambahkan, RTKM yang sudah dapat di desanya adalah (508) KK yang belum mendapatkan (214 KK) ujar sekdes.
Senada dengan Kepala Desa Kertajaya kecamatan Ciranjang Juandi mengatakan, “ Saya sangat setuju nama Raskin di ganti jadi beras murah (Rasmur) betul ini sangat bagus ya sementara di desa Kertajaya RTKM kemarin mengajukan (900) KK yang baru di Realisasi (700) KK sisanya (200) KK belum dapat Rasmur,”.ujarnya.
Kepala Desa Sindangsari kecamatan Ciranjang Empid mengatakan, pengajuan Rasmur (800) KK yang mendapat (500) KK jadi (300) KK belum Terealisasi, ungkapnya dengan singkat.
Anggota pemuda pancasila PP Kecamatan Ciranjang “Arif ya” turut komentar, Arif mengatakan ketika para kades mengajukan Rasmur tentu saja ada bagusnya, tetapi ada juga hambatannya, contoh disaat semua RTKM perlu Rasmur pasti akan lancar namun ketika RTKM sedang keberadaan tidak mempunyai uang untuk membeli Rasmur, ya jelas para kades akan menanggung beban berat karena Rasmur tidak ditebus RTKM kades yang menanggung resiko nya untuk menggalang Rasmur meskipun tidak bisa tebus masyarakat kades kan tetap harus membayar, tandasnya. >> Deden Trio
