Maluku Utara, (MR)
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan Kesehatan terdepan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pencapaian visi indonesia sehat. Puskesmas dituntut agar mampuh melaksanakan upaya-upaya kesehatan yang bermutu, merata dan mudah dijangkau dengan memperhatikan masalah dan potensi spesifik sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan di puskesmas.
Puskesmas Rum Bali Bunga Kec. Tidore Utara yang diresmikan oleh Wali Kota Tidore Kepulauan pada 20 Januari 2014 lalu saat ini terus berupaya meningkatkan proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saat diwawancarai MR Kepala Puskesmas Rum Bali Bunga Suciyati Sangadji, S.St menuturkan sekalipun dalam wilayah kecamatan Tidore Utara saat ini telah memiliki Puskesmas OME namun pelayanannya belum mampu menjangkau seluruh masyarakat Kelurahan yang berdomisili di kecamatan Tidore Utara. Dengan demikian pemerintah Kota Tikep memandang perlu untuk membangun Puskesmas Rum Bali Bunga. “Wilayah Kerja Kita Meliputi Fobaharu, Talaga, Lada Ake, Tobaru, dan Tahua, dan empat desa yang berdomisili di pulau Maitara. Sementara ini kami masih melayani pasien rawat jalan karena tenaga dokter yang dipekerjakan di Puskesmas ini masih terbatas dua orang disamping ketersedian ruang poli klinik untuk puskesmas ini juga belum ada” Paparnya kepada MR.
Untuk saat ini Puskesmas Rum Kecamatan Tidore Utara memiliki tenaga S1 Keperawatan 1 orang, PNS 24 orang suka rela 1 orang, Diploma tenaga keperawatan 9 orang, bidan 10 orang, tenaga gizi 3 orang, sanitarian 1 orang, dan tenaga analis sukarela 3 orang.
Sementara untuk jumlah pasien katagori umum ada 3208 pasien, dengan kartu BPJ JKM ada 2051 pasien sementara untuk pasien Jamkesda berjumlah 775 termasuk didalamnya Pustu dan Polindes.
Sejalan dengan visi pemerintah Kota Tikep dibidang kesehatan yakni menjadikan Tidore sehat 2015, Puskesmas Rum Bali Bunga saat ini terkonsentrasi dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan yang profesional, cepat, tepat, dan akurat. Disamping itu juga saat ini telah dibentuk program pembinaan terpadu Poswindu disejumlah kelurahan khusus di Kecamatan Tidore Utara.
Program-program lainnya berupa penyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk, melakukan penyelidikan IPIDOMOLOGI. Program ini dinilai penting karena kasus penyakit malaria untuk Tidore Utara masih tergolong tinggi. “Kita berharap dengan fokus program tersebut prosentasenya bisa menurun drastis dan yang lebih penting lagi adalah kesedaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sebab dampak yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk tidak hanya menyebabkan malaria tetapi juga bisa terkena penyakit VILARIASIS atau Kaki gajah,” ungkap Suciati yang sebelumnya adalah koordinator bidang Puskesmas Kota Tidore Kepulauan.
Sementara guna mendukung program tersebut, Puskesmas Rum Bali Bunga di tahun 2014 kemarin mendapatkan bantuan dari Global Fondation (Yayasan Global) berupa bantuan Kelambu sebanyak 94 ball. Program lainnya yang telah sukses dilaksanakan adalah penetapan kelurahan Jaya Kecamtan Tidore Utara sebagai kelurahan siaga paling aktif. Penetapan status kelurahan tersebut oleh karena melihat tingkat partisipasi masyarakat dibidang kesehatan dengan katagori penilaian sangat baik. >>Ateng-Saleh
