Majalengka,(MR)
BERTEPATAN dengan hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 Nopember, SMPN 1 Sumberjaya Kabupaten Majalengka mengadakan kegiatan perpisahan Kepala Sekolah. Serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka menghormati, sekaligus sebagai bentuk penghargaan atas jasa jasa kepala sekolah yang lama dijabat H.Dedi Rosidin S.Pd. Namun sangat disayangkan, untuk kegiatan tersebut diadakan pungutan terhadap siswa-i SMPN 1 Sumberjaya yang berjumlah 460 siswa.
Ironisnya, saat dikonfirmasi perwakilan panitia perpisahan kepala sekolah yang biasa disapa Sule, membantah, kemudian mengatakan “Kami sebagai perwakilan dari panitia perpisahan kepala sekolah tidak memungut atau meminta apalagi membebankan siswa siswi,” tegasnya.
Namun saat disentuh terkait pungutan yang Rp3000,- persiswa dari kelas 1 sampai dengan kelas III, yang bernama lengkap Sulaeman itupun terpaku diam dan nampak resah.
Kepala SMPN 1 Sumberjaya Guna Sumedi S.Pd yang baru menjabat satu minggu ketika di konfirmasi mejawab dengan singkat, “ Saya menjabat kepala sekolah di sini baru 1 minggu, jadi tidak mengetahui apapun yang berkenaan dengan kegiatan SMPN 1 Sumberjaya,” di lain tempat saat ada kegiatan peringatan HUT PGRI hari sabtu 17 Nopember 2012 bertempat di AULA PGRI Kecamatan Sumberjaya, siswa-siwi SMPN1 Sumberjaya saat ditanya membenarkan kalau pungutan Rp.3000,- dengan alasan buat kegiatan menyambut perpisahan Kepala Sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H Sanwasi M.Pd. saat dikonfirmasi lewat SMS membalas “Haturnuhun manawi bade di cek heula Mas,” balasan pesan.
Jabatan kepala sekolah harusnya disyukuri dan merasa bangga, namun sangat disesalkan ketika ditanya kepala SMPN 1 Sumberjaya Guna Sumedi S.Pd. terkesan berbelit-belit seolah-olah tertutup saat akan di konfirmasi. >> Sunarto A
