Proyek Peningkatan Jalan Batu Tambun Rintis Butuh Perhatian Khusus

Anambas, (MR)

Proyek peningkatan jalan Batu Tambun Rintis kembai menjadi sorotan. Soalnya, se-menjak proyek tersebut berjalan malah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat akibat kondisi jalan yang berlumpur dan sulit untuk dilalui.

Menanggapi masalah terse-but konsultan pengawas pro-yek sudah melayangkan dua kali surat teguran kepada kon-traktor pelaksana mengenai metode pelaksanaannya yang sudah menyalahi kontrak kerja. “Menyalahinya dari awal mulai pekerjaan, seharusnya kita meminta untuk pembentukan badan jalan terlebih dahulu seperti pengupasan dan penim-bunan, akan tetapi dari pelak-sana sendiri langsung menger-jakan semenisasi tanpa ada pembentukan badan jalan terle-bih dahulu. Karena menurut prosedur yang berlaku, seha-rusnya dimulai dengan pem-bentukan badan jalan terlebih dahulu sebelum masuk tahapan semenisasi berarti ini sudah jelas-jelas nenyalahi” papar Wawan ditemui di lokasi proyek

Masalah mutu beton, kon-sultan pengawas telah mengin-truksikan kepada pelaksana, untuk menggunakan standart takaran ember. Persisnya 1 sak semen 9 ember pasir dan 18 ember batu. Menurut Wawan, awalnya memang mereka menyetujui, tapi setelah pelak-sanaan, pihak konsultan meng-adakan pemantauan kembali, standart tersebut sudah tidak dilaksanakan lagi. “Termint nya per unit press, jadi masalah pembayaran, apa yang mereka kerjakan itu yang akan kita bayarkan. Kalau tidak sesuai dengan mutu beton K225 tersebut, kita tidak akan bayar dengan full” papar Wawan.

Menurut Wawan, sebenar-nya pekerjaan ini sudah akan dihentikan dari awal karena tidak sesuai dengan standart kerja yang disetujui diawal. Tidak hanya itu, sudah diadakan pertemuan bersama antara Konsultan pengawas, pelaksana dan PPTK. Ketika pertemuan, PPTK cenderung kurang tegas mengambil sikap tentang proyek ini. “Menurut saya, sebenarnya sudah bisa ditindak dari awal, akan tetapi tidak ada tindakan tegas sama sekali. Seharusnya masalah seperti ini harus dirapatkan lagi. Panggil pelaksana, PPTK dan juga kami sebagai konsultan pengawas. Didudukkan dan kita selesaikan bersama. Akan tetapi sampai saat ini hal seperti itu tidak pernah dilaksanakan oleh pihak PPTK  yang punya kewenangan untuk itu. Jadi standart yang direncanakan mulai dari mutu jalan dan keselamatan tidak ada yang sesuai dengan rencana awal” kata Wawan menyampaikan keluhannya.

Wawan menyampaikan, pihak konsultan pengawas sebenarnya sudah mau me-ngundurkan diri dari pengerjaan proyek tersebut. Beberapa ala-san yang mendasari keputusan tersebut adalah, pihak kon-sultan pernah dipanggil oleh pihak DPRD untuk membahas masalah ini dengan kapasitas nya sebagai pengawas proyek. Akan tetapi pada waktu pemanggilan tersebut pihak kontraktor pelaksana tidak ikut dihadirkan.

Lebih aneh lagi, Wawan mengaku tidak pernah melihat hadirnya direktur cabang kontraktor pelaksana di area kerja. “Sampai sekarang saya tidak tahu yang mana orang nya. Yang saya pernah temui hanya pak Mus yang  menga-wasi berjalan nya proyek ini, dan setahu saya dia bukan orang dari PT kontraktor pelaksana tersebut” papar Wawan kesal.

Saat dikonfirmasi kepada PPTK proyek peningkatan jalan Batu Tambun Rintis tersebut, memang masyarakat memper-tanyakan masalah peningkatan jalan tersebut. “Karena pelak-sanaaan itu dilakukan dalam kondisi hujan, sehingga masya-rakat juga jadi mempertanyakan, karena akses jalan mereka juga jadi terganggu” papar PPTK proyek tersebut.

Akan tetapi menurut Iwan K Rony sebagai PPTK proyek, permasalahan bukan berada di spesifikasi mutu jalan, akan tetapi  cenderung kepada sys-tem kerja yang dilakukan di lapangan. “Bukan spesifikasi atau standart jalan yang bermasalah, tapi system ker-janya. Selain itu penumpukan material juga menjadi perhatian masyarakat, waktu saya perta-nyakan, alasan mereka adalah tidak ada lagi tempat, sehingga terpaksa diletakkan di pinggir jalan seperti itu” demikian papar Iwan saat ditemui di kantor PU KKA.

PPTK membenarkan jika sistem kerja memang sudah menyalahi sejak awal. Harusnya tahap awal adalah pembentukan badan jalan yaitu dikupas, ditimbun, di potong. “Kalau ada yang becek dan susah dilalui oleh pengguna jalan, dikasih papan supaya akses jalan bisa tetap terjaga. Itu system kerja awal. Tapi oleh pihak kontraktor mereka langsung saja melak-sanakan semenisasi. Secara pribadi saya juga kesal melihat hal seperti itu. Saya langsung tegur waktu itu, dan sekarang kita bisa lihat, sudah diadakan pengupasan dan pembentukan badan jalan” demikian tang-gapan Iwan saat dikonfirmasi.

Iwan mengatakan kalau pihak kontraktor pelaksana sudah di tegur baik secara tertulis maupun secara lisan. Secara tertulis, menurut Iwan konsultan pengawas sendiri sudah melayangkan surat teguran kepada pelaksana, walaupun surat yang dikirim berjumlah dua, tapi isi dan bobot surat nya sama, sehingga dikategorikan teguran yang sama tapi surat nya ada dua. Sedangkan teguran lisan juga sudah dilakukan berulang-ulang.

Teguran tersebut langsung disampaikan oleh Iwan kepada pihak kontraktor pelaksana. “Saya sendiri sudah berkali-kali mengatakan kalau kontraktor harus menyediakan jalan untuk orang lewat. Lalu standar kuali-tas jalan juga harus diperhati-kan, karena kalau lebar dan standart tidak sesuai dengan yang kita inginkan, kita juga tidak akan bisa menerima” katanya.

Intensitas hujan yang tinggi sekarang ini membuat jalan tersebut seperti bubur. Iwan berkata, untuk mensiasatinya dia telah menyarankan kepada pekerja lapangan untuk tetap menimbun dan menggilas tim-bunan tersebut supaya padat. Kalau memang membutuhkan batu miring, segera pasang. “Padatkan sehingga masya-rakat tidak jadi kesal karena tidak bisa lewat.  Pasang batu miring jika memang diperlukan. Itu instruksi saya kepada mereka” kata Iwan.

Kalau masalah material untuk peningkatan jalan terse-but, Iwan menilai semua bagus, dan sesuai dengan standart. Material tersebut langsung didatangkan dari Kalimantan. “Dan nanti kita akan tes kuali-tasnya melalui mutual check, dan akan dilakukan setiap laporan kemajuan ppengerjaan. Jadi kita tidak sembarangan. Selain itu kita juga akan test betonnya di labor. Makanya saya minta sample kubus-kubus betonnya untuk kemudia saya kirim ke lkabor untuk di test. Semua nya benar-benar saya cermati” demikina Iwan mem-berikan jaminan mutu mengenai jalan yang akan ditingkatkan tersebut.

Menyikapi maslah pemang-gilan DPRD kepada konsultan pengawas, Iwan mengatakan kalo dirinya juga ikut dipanggil. Pemanggilan tersebut dilakukan arena baik konsultan pengawas dan dirinya tidak hadir saat DPRD mengadakan peninjauan lokasi ke lokasi proyek. Akan tetapi Iwan pun berharap kalau DPRD memang ingin memanggil pihak yang terlibat dalam proyek tersebut, maka panggil-lah seluruh pihak. “Saya meng-harapkan 12 pihak termasuk rekanan harusnya juga dipang-gil. Sebenar nya pemanggilan itu dilakukan karena waktu peninjauan DPRD kelapangan, pihak konsultan tidak ikut. Sehingga untuk mengkonfir-masi data, hanya pihak konsul-tan dan saya yang dipanggil ke kantor DPRD, karena tidak hadir sewaktu peninjauan lapangan pihak DPRD” papar Iwan menjelaskan duduk permasa-lahan pemanggilan DPRD tersebut. >>Sarma/Edo

Related posts