Proyek Jalan Batu Tambun Rintis Akan Ditingkatkan

Anambas, (MR)

Jalan Batu Tambun Rintis merupakan jalan akses utama yang digunakan  masyarakat menuju kota Terempa,dan desa dengan kecamatan. secara otomatis juga akan mempe-ngaruhi kualitas pertumbuhan sektor ekonomi. Proyek Meng-habiskan dana  Rp.6 M, ber-sumber 90% dari dana DAK, dan 10% nya lagi dari APBD dan  direncanakan akan selesai pada akhir Desember 2011.

Proyek yang diberi nama “Peningkatan jalan Batu Tam-bun Rintis”. Menurut seorang pejabat KKA yang tidak mau namanya disebut, proyek tersebut diberi nama karena pada dasarnya jalan tersebut hanya ditingkatkan kualitas-nya, baik dari segi kenyamanan dan segi keamanan nya. “Hara-pan kita bisa meningkatkan kenyamanan pengguna jalan dari Batu Tambun ke Rintis, dan juga peningkatan mutu kese-lamatan. Tapi untuk saat ini kita tidak memperhitungkan dari segi estestika nya. Kalau jalan dikampung ini belum pakai estestika. Kalau jalan dikota harus ada estetik nya.”kata pejabat itu kepada MR.

Rencana peningkatan jalan tersebut akan dimulai dengan perbaikan dari segi geometris. “Awalnya dari segi geometris, baik dari segi vertical dan horizontal tidak nyaman, dan dari aspek keselamatanpun belum baik. Dalam peningkatan ini, kita akan buat nyaman. Rencana menghubungkan 2 desa yang ada di siantan ini dan jalan itu adalah akses utama masyarakat dari Batu Tambun menuju kecamatan Siantan. Maka secara otomatis jalan itu juga akan mempengaruhi kua-litas pertumbuhan  dari sektor ekonomi. Itu awal dasar pemi-kiran kita” paparnya saat dite-mui di kantornya.

Peningkatan yang dimak-sud, pertama adalah pelebaran jalan yang awalnya hanya 4 meter menjadi 5 meter. Kedua, untuk jalan dengan geometris yang extreme akan diperbaiki, untuk aspek keselamatan nya akan dibuatkan batu miring untuk penahan nya sebagai peningkatan sarana keselama-tan. Jika ada tanah yang awal-nya gepometrisnya tidak nya-man, menurutnya akan dibuat nyaman. “Makanya nanti ada bagian-bagian yang geometris-nya extreme, ada pengupasan, kita adakan penimbunan dan pemadatan. Untuk pelengkap-nya kita akan buatkan batu miring, box aliran air dan faktor-faktor pendukung lain yang bisa menunjang aspek kesela-matan dan kenyamanan peng-guna jalan. Intinya semua area yang extreme diperbaiki dan dibuat nyaman dan aman.” Imbuhnya lagi.

Ditanya mengenai tangga-pan masyarakat tentang peningkatan jalan tersebut, ia menjelaskan “Masyarakat ber-tanya kepada saya ketika saya turun untuk memantau lang-sung proyek tersebut. Waktu itu hujan. ‘kalau tidak dikupas bagaimana pak? Mau dikupas pake cangkul? tidak mungkin pak.’ Memang saya pribadi berpendapat tidak mungkin pake cangkul. Jadi saya mengu-sahakan alat berat turun seba-nyak 2 unit untuk membantu perbaikan jalan tersebut, tanggal 29 janjinya sudah turun dari tongkang, kalaupun alat beratnya tidak turun, saya sendiri yang stopkan pekerjaan itu. Karena tidak mungkin hanya dengan tenaga manusia tanpa alat berat. Jadi masyarakat juga tenang.” Terangnya kepada wartawan koran ini.

Untuk aspek ketahanan jalan, Dia mengaku akan tetap mengadakan kontrol. “Nanti kita akan cek di laboratorium di Tanjungpinang. Kita bawa kubus beton bersama slum areanya dan kita tes campuran-campurannya. Nanti kita akan ambil sample dari perbagian per meternya untuk mewakili. Setelah itu bagian tertentu kita akan cek lagi dengan menggu-nakan Hammer Test. Secara empiris juga kita sudah sampai-kan, kalau campuran sekian, berapa ember campuran-campu-ran lain nya, dicoba lalu kita bawa ke lab” demikian pemapa-rannya saat ditanya tentang aspek kualitas jalan yang akan direalisasikan tersebut.

Dia menghimbau semua pihak untuk turut berpartisipasi dalam mengawasi proyek tersebut. “semua informasi yang dibutuhkan oleh masya-rakat bisa diakses langsung di proyek, mulai dari gambar rancangan sampai info lain mengenai kemajuan proyek tersebut. “Nah sekarang saya berharap masyarakat ikut mengawasi proyek teresebut. Kalau memang nanti ada yang kurang bagus, segera laporkan. Karena disana juga ada konsultan pengawasnya. Ada juga konsultan supervisi yang kita beri kewenangann untuk mengawasi dari aspek quantity dan quality. Karena kita juga tidak mungkin setiap hari berada di proyek, kita juga ada kerjaan di kantor, jadi kita bayar konsultan untuk mengawasi langsung disana. Jadi ada yang ngawasin disana, dari kita juga ada, apalagi itu dekat dengan kota, jadi kita bisa datang mengawasi secara kontiniu. Jadi dari pihak konsultan ada, dari pihak PU ada  juga dan saya harap dari masyarakat juga ikut berpasrtisipasi.” Paparnya.

Sementara itu.camat Sian-tan saat ditemui di kantor, camat mengaku tidak ada koordinasi sama sekali tentang pemba-ngunan jalan tersebut kepada kecamatan. “sebenarnya kita juga tidak mendapat pemberi-tahuan dari PU atau dari pihak Pemda tentang proyek jalan tersebut. Jadi pihak PU sama sekali tidak ada koordinasi dengan pihak kecamatan bah-kan kelurahan, langsung saja main buat” demikian ungkap Camat Siantan kepada MR saat ditemui di kantornya.

Namun demikian Camat mengaku akan tetap ikut andil dalam mengawasi perkemba-ngan proyek tersebut. apalagi setelah melihat kondisi jalan dalam pengerjaan proyek tersebut menjadi sangat tidak nyaman untuk dilalui. “Jalan lama dari bawah ke rintis itu akses utama Yah memang menghambat jadinya, tapi itu resiko jalan yang sedang diperbaiki. Kebetulan juga kemarin hujan lebat, makanya jadi berlumpur dan susah dilalui. Tapi saya akan minta untuk secepatnya juga dibenahi, nantinya jalan itu akan diisi batu kerikil lagi, dan nantinya itu kan akan disemen ulang lalu diburas lagi dengan aspal. Saya sudah minta Kades daerah yang bersangkutan untuk menga-wasi dengan teliti pengerjaan-nya” Kata camat kepada warta-wan koran ini. >>Sarma/Edo

Related posts