Ciamis, (MR)
Mulai 1 Maret kami di tugaskan di pendidikan madrasah sebagai plt (penmad) kementrian agama Kabupaten Ciamis sambil menunggu kekosongan, ungkap H. Wahyu dengan sikap santun ketika di temui MR di ruang kerjanya. Terkait dengan ujian madrasah (UAMBN) Ujian Akhir Madrasah Bertaraf Nasional (UAM) Ujian Akhir Madrasah yang sifatnya lokal kemudian (UN) Ujian Nasional jadi ada tiga tahapan untuk sekolah madrasah MA pelaksanaanya sudah selesai sebanyak 44 lembaga sekolah 6,527 siswa, kemudian mts sebanyak 107 lembaga sekolah 22,530 siswa madrasah iftidaiyah 163 lembaga sekolah 22,979 siswa untuk wilayah Kabupaten Ciamis, kemudian untuk MA peserta (UN) nanti sebanyak 1997 siswa kemudian mts sebanyak 7492 siswa, kemudian mi sebanyak 3696 siswa yang insa alloh akan di selenggarakan pada bulan mei (UN) ujian nasional kali ini.
Meskipun bukan menjadi satu satunya penentu kelulusan tapi tetap harus dilaksanakan dengan serius, baik itu guru didik maupun penyelenggara harus betul-betul serius menghadapi (UN) karena memang sekarang itu yang di harapkan adalah integritas dari semua unsur dalam arti (kejujuran) pelaksanaanya sebabnya disinyalir selama ini ketika ujian nasional yang kebelakang jadi kelulusan anak tersebut, lulus karena UN banyak pihak-pihak tertentu yang menginginkan sekolahnya lulus semua, dengan berbagai macam upaya, katanya begitu “walohuallam”.
Lebih lanjut H.Wahyu menghimbau meskipun tidak menjadi satu satunya faktor kelulusan tetap integritas harus di jaga, intinya prestasi penting jujur harus itu moto kita di kementrian agama, jadi gak ada siswa di bantu oleh gurunya itukan sama saja menghianati proses pendidikan, kalau anak di bantu oleh gurunya jadi hasilnya akan sia-sia proses pendidikan selama ini, hal itu jangan sampai terjadi khususnya di lingkungan madrasah, karena tujuan dari pelaksanaan ujian itu untuk mengukur sejauh mana proses pendidikan itu berhasil atau tidak, pencapaian hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang, paparnya. >>Hr
