Indramayu, (MR)
ANGGOTA Kelompok Tani (Poktan) Bakti Tani Desa Kopyah Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, terlihat kompak memelihara pengembangan ternak Hewan Sapi yang merupakan Bantuan Sosial (Bansos) Kementrian Pertanian dan Peternakan (Kementanak) yang dananya bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2015, berupa Program Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO). Ketua Poktan Bakti Tani Kopyah, Nadzif Barizi, menjelaskan kegiatan UPPO ini mengolah kotoran dan urin Hewan Sapi menjadi Pupuk Organik, dalam 1 hari untuk 10 ekor Hewan Sapi bisa menghasilkan 30 liter urin dan 50 Kg kotoran bagi pemupukan tanaman padi seluas 0,5 Hektare. “ Dari 10 ekor Sapi 5 diantaranya sudah melahirkan anak, jadi jumlah Sapi yang dipelihara menjadi 15 ekor, “ ujarnya.
Kegiatan para anggota Poktan Bakti Tani dalam pengembangan peternakan Hewan Sapi dan UPPO dibawah bimbingan teknis Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kopyah, Imam Syamsudin, yang dinilai berupaya mensukseskan pemeliharaan peternakan Sapi dan usaha produksivitas Pupuk Organik bagi peningkatakan hasil produksi hasil pertanian masyarakat setempat, kata Nadzif Barizi.
Sehubungan dengan itu, Media Rakyat meluncur ke Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Anjatan di Jln. Raya Karang Sambung Anjatan Baru belum lama ini. Setelah mendapatkan ijin dari Sekretaris BPP Anjatan, Enjang Sujana, S. Pt. Media Rakyat bisa bertemu dengan PPL Kopyah Imam Syamsudin, SP. dalam kesepatan itu dia membenarkan keterangan tersebut.
PPL Kopyah Imam Syamsudin, mengakui secara rutin memberikan bimbingan teknis kepada 10 anggota Poktan Bakti Tani : Warsid, Khalani, Nuridin, Jokyudin, Tamudin, Zamroni, Madlani, Noval, Mujahidin dan Nadzif Barizi, dalam kegiatan pemelihraan peternakan Hewan Sapi dan usaha produksi Pupuk Organik. Sehingga diharapkan usaha itu bisa meningkatkan kesejahteraan para anggota Poktan. >>Mukromin/Abdullah
