Sukabumi, (MR)
Keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Sukabumi mampu menekan angka kematian ibu dan bayi serta penderita gizi buruk. Pasalnya, layanan yang dilakukan oleh petugas bukan hanya bersifat menunggu, tapi juga system jemput bola. “Kami tidak hanya melayani di Posyandu saja, tapi aktif memantau anak dan ibu yang baru melahirkan,”kata Pupu Marpuah ketika acara peresmian Posyandu Anggrek di RT 03, RW 05, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, Selasa (9/6). Peresmian dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi yang juga Bunda Paud Kota Sukabumi, Hj. Esih Setasih. Acara tersebut dihadiri Wakil Walikot Sukabumi, H. Achmad Fahmi dan Camat Citamiang, Punjul Saepul Hayat.
Pupu Marpuah menjelaskan, Posyandu yang dipimpinnya tidak hanya memantau perkembangan kesehatan balita maupun keluarga saja, tapi juga perkembangan anak dari sisi intelektual. Layanan Posyandu dengan cara holistik. Selain Posyandu, juga dibuka PAUD, Bina Keluarga Balita dan Bina Keluarga Lansia. Bahkan, Posyandu Anggrek Juara I Lansia tingkat Propinsi Jawa Barat. “Walaupun sudah tua, tapi masih aktif berorganisasi, peduli social sangat tinggi.Harapan kami, bukan hanya tingkat kesehatan saja yang dibina, tapi juga pendidikan dan intelektual masyarakat.,” jelasnya.
Posyandu Anggrek melayani sekitar 100 kepala keluarga yang tersebar di tiga keertean di RW 05. Pupu mengimbau setiap kader aktif memantau setiap keluarga. Setiap kader posyandu memberikan pemahaman soal kesehatan kepada ibu-ibu. “Kalau ada balita yang belum diperiksa perkembangannya, nanti kader yang melakukan jemput bola atau istilah kami itu sweeping,”ujarnya.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi mengatakan, keberadaan Posyandu sangat efektif memantau perkembangan anak maupun ibu yang akan melahirkan. Kader bisa mendeteksi secara dini jika ada anak yang rawan kekurangan gizi. “Perkembangan kesehatan setiap ibu dan bayi bisa terpantau dengan detail. Penderita gizi buruk memang ada tapi jarang, dan masih bisa ditangani oleh kader Posyandu.
Berdasarkan pantauannya, terdapat sekitar 472 posyandu diseluruh di 33 kelurahan se Kota Sukabumi. Di masing-masing kecamatan, rata-rata terdapat sekitar 70 unit Posyandu yang dipadukan dengan PAUD. Esih memastikan, disetiap RW sudah berdiri Posyandu bahkan ada yang lebih dari satu unit. “Ada RW yang terdapat tiga Posyandu. Ini artinya, perkembangan kesehatan setiap anak dan ibu yang akan melahirkan akan selalu terpantau dengan baik,” terangnya.
Menurut Esih, masih adanya penderita gizi buruk maupun terjadinya angka kematian ibu disebabkan kurang aktif datang ke Posyandu.
Padahal, jika saja rutin berkunjung ke Posyandu, warga dipastikan mendapat layanan dengan baik terkait dengan informasi perkembangan kesehatan. “Tidak hanya perkembangan kesehatan yang dipantau, tapi juga perkembangan secara IQ anak juga terus dipantau,” pungkasnya. >>Lelly
