DALAM rangka pengembangan sumber daya pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bekerjasama dengan Lembaga Toefl Indonesia (LTI) cabang Pekanbaru menggelar Pendidikan Bahasa Inggris Bagi Aparatur di Lingkungan Pemda KKA yang dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) KKA, Augus Raja Unggul, S.Sos, MPA.
Kegiatan ini dinilai cukup penting karena memiliki nilai yang cukup strategis bagi perkembangan dan kemajuan KKA, Karena salah satu unsur penunjang terpenting yang cukup menentukan langkah dan suksesnya pelaksanaan otonomi daerah adalah kesiapan aparatur pemerintah daerahnya dalam melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan termasuk juga pelayanan dimasyarakat di suatu daerah. “Era globalisasi ditandai dengan besarnya pengaruh dan persaingan pihak luar dalam memacu peningkatan pembangunan suatu daerah. Hal tersebut memaksa kita untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai sebuah kebutuhan dan tuntutan dalam hal kesiapan aparatur dalam berperan aktif untuk pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan,” pungkas Augus.
Meskipun Bahasa Inggris telah menjadi sebuah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh aparatur pemerintahan KKA, masih banyak ditenggarai bahwa kompetensi aparatur masih dibawah rata-rata atau incompeten dalam konteks pelayanan publik dan lebih khusus lagi dalam hal berkomunikasi terutama dengan dunia internasional. “Masih banyak yang Incompetent dalam melaksanakan Tupoksi masing-masing, terutama yang berkaitan dengan komunikasi menggunakan bahasa asing. Contoh saja yang berhubungan dengan IT yang manual book nya kebanyakan berbahasa inggris, masih banyak yang keteteran,” jelas Augus.
Selain persepsi Incompetent yang melekat pada aparatur, KKA yang berbatasan langsung dengan Negara luar seperti Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam juga merupakan alasan penting mengapa kompetensi Bahasa Inggris menjadi sangat diperlukan oleh aparatur pemerintah di KKA.
Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga KKA tidak bisa menghindari interaksi yang lebih intens dengan Negara lain sehingga mau tidak mau dalam proses penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan bahasa Inggris menjadi salah satu kebutuhan mutlak yang harus. “Kita berbatasan dengan Negara tetangga dan tidak bisa menghindari interaksi dengan mereka. Karena itu tidak mungkin kita bisa melayani pihak luar yang tertarik dengan wilayah kita yang notabene pasti mempergunakan bahasa Ingris sebagai perantara, sementara kita tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan mereka,” pungkas Augus.
Dengan kedua alasan tersebut, otomatis kegiatan ini tidak bisa dianggap enteng, sehingga Augus menegaskan bahwa para peserta harus mempersiapkan diri untuk menambah kapasitas menjadi lebih baik lagi. “Saya harap PNS dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan melaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga keahlian yang didapat benar-benar bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki pelayanan dan kinerja pemerintah KKA kedepan dan sekaligus mendukung program peningkatan mutu sumber daya aparatur,” ujar Augus.
Melihat pentingnya kegiatan ini bagi pengembangan sumber daya aparatur Pemda KKA, Augus juga mengingatkan panitia penyelengggara mengenai kehadiran peserta. Pasalnya kehadiran peserta dinilai pasti sangat berpengaruh kepada hasil yang dikeluarkan. “Jadikanlah tertib kehadiran peserta yang khusus dalam pendidikan untuk dijadikan pertimbangan. Kita harus serius karena jika tidak akan sulit untuk mendapatkan skor maksimal. Ikut serius saja bisa berulang sampai beberapa kali untuk berhasil, apalagi setengah hati atau ikut-ikutan. Saya yakin tidak mungkin bisa mendapatkan hasil maksimal,” pungkas Augus. >> Eichiro/ Edo

