Pesona Wisata Halmahera Barat Dan Kegiatan Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2015

Halbar, (MR)
Jalan-jalan di Halmahera Barat membuat setiap orang merasa kagum. Jalan beraspal mulus membentang sejak MR tiba di Pelabuhan Very Sidangoli kemudian berkendaraan dari Sidangoli yang juga adalah Ibukota Kecamatan Jailolo Selatan menuju Kota Jailolo.

Jalan perbukitan antara Sidangoli dan Kota Jailolo memang berkelok-kelok. Namun mulusnya jalan yang kami lalui kurang lebih 30 km membuat kami harus ekstra hati-hati. Kontur jalan perbukitan bisa saja membawa petaka kalaupun pengendara tidak ekstra hati-hati. Meskipun begitu, kadang kami melambat untuk menikmati pemandangan yang jarang kami temui di tempat lain. Panorama hutan dengan aneka pepohonan diselingi pemandangan cantik berupa bukit-bukit ditimpa sinar matahari boleh lah dianggap sebagai bonus. Tak hanya itu, areal perkebunan kelapa yang membentang di kawasan ini memberi kesan bagi setiap pendatang bahwa kelapa adalah satu-satunya produk andalan Halmahera Barat.

Yang perlu diperhatikan adalah kondisi jalanan yang berkelok, menanjak dan menurun mengitari bukit. Infrastruktur perumahan di Halmahera Barat masih tergolong biasa-biasa saja. Selain populasi penduduknya yang berjumlah kurang lebih 200.000  sekian, dengan tingkat kepadatan penduduk yang tergolong rendah. Rata-rata penduduk Halmahera Barat menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Ada 85% penduduk Halmahera Barat memiliki usaha perkebunan kelapa. Tak heran jika Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menetaapkan kabupaten ini sebagai kabupten kelapa.

Bagaimana dengan pariwisatanya? Anda pasti berdecak kagum ketika meluangkan waktu datang baronda “berkunjung” ke sini. Melalui panduan menuju lokasi dari Bandara Sultan Babullah anda bisa langsung menuju Pelabuhan Speed Dufa-Dufa Ternate, dengan kendaraan laut Speed Boat, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam anda bisa sampai ke Pelabuhan Jailolo.

Dalam sesi wawancaranya dengan MR, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Barat, Fenny Kiat, S.STP.M,Par menjelaskan keanekaragaman dan keunikan potensi pariwisata Halmahera Barat memiliki nilai jual yang tinggi selain diharapkan menjadi lokomotif pembangunan perekonomian daerah, pariwisata juga diharapkan menjadi “napas” kehidupan bagi masyarakat Halbar.

Untuk wisata pantai, hampir semua kecamatan yang ada di kabupaten ini memiliki potensi dengan keunikannya tersendiri. Di Kota Jailolo punya keindahan dan keunikan pantai di antaranya Pantai Idamdehe, Pantai Lakoakediri, Liano, Pantai Tuada, Tauro, Marimbati, Payo dan Bobo. Di Jailolo Timur ada Pantai Metang, Jikolamo, Bobaneigo. Jailolo Selatan ada Pantai Sidangoli, di Kecamatan Sahu ada Pantai Bataka, Gamsungi, Naras kemudian Loloda ada Pantai Tolofuo, Sahu, Tugu, Baja, Totalojaya, Sidua dan Kahatola.

Selain wisata pantai, Halbar punya objek sejarah atau wisata sejarah. Wisata benteng “fort” yang dimiliki daerah ini memberi interprestasi bahwa tempo dulu rakyat Halbar memiliki andil yang besar dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negerinya dari penjajahan imperialis barat.

Benteng Portugis satu-satunya adalah benteng yang terletak di Sahu Barat. Untuk menuju lokasi ini, kita harus melewati sungai, keadaan benteng sekeliling masih utuh namun tidak terawat. Selain itu terdapat pula benteng kota Intan yang letaknya di Jailolo Selatan keadaaannya sudah tidak utuh lagi. Juga benteng Gamkonora terletak di Ibu Selatan dalam kondisi tidak utuh, tingginya sekitar 10 meter dengan luas bangunan 50 x 50 m.

Selain Benteng, terdapat pula situs sejarah berupa makam Kapitan Banau, Banau adalah Panglima Perang Rakyat Halbar, Pejuang pada jaman penjajahan Belanda sekaligus putra terbaik Halmahera Barat yang memiliki visi kedaulatan untu knegerinya.

Halbar juga memiliki wisata alam berupa sungai yakni sungai Ibu, sungai Akelamo dengan keindahan dan suguhan panorama alam yang terbilang sangat mempesona begitu juga danau, ada danau Rano atau Talaga Rano di Kecamatan Sahu Timur. Di kawasan ini sangat indah di mana perpaduan antara danau dan panorama alam yang merah, kuning, hijau juga ada beberapa satwa yang tinggal di daerah ini seperti rusa dan burung puyuh.

Air terjun goal adalah salah satu air terjun terdekat dari pusat kota. Selain itu ada juga air terjun muuti dan kahatola adalah air terjun yang langsung ke laut, punya landscape pemandangan penuh keindahan tiadataranya.

Upacara ritual adat “Culture Ceremony” adalah acara makan adat atau horom sasadu. Ini biasanya dilakukan usai panen sebagai tanda rasa syukur karena panen berhasil. Tempo dulu biasanya dilaksanakan selama 7 hari 7 malam antara Mei dan Juni. Selain itu ada upacara adat Jokoraha atau upacara cuci kaki menyambut kedatangan tamu besar dilaksanakan oleh masyarakat suku Sahu dan Tabaru.

Seni tari dan musik tradisional pun dimiliki oleh masyarakat Halbar di antaranya legu salai, sara dabi-dabi, cakalele, dana-dana, tide. Musiknya berupa yanger, musik bambu dan takaruba. Selain itu kuliner khasnya berupa nasi Tou, nasi kukusan, wajik, sagu, popeda, saguer dan pisang mulu bebe.

Wisata alam lainnya yang dimiliki kabupaten ini di antaranya adalah Gunung Gamkonora di Kecamatan Ibu, Gunung Jailolo     dan Gunung Manyasal keduanya di kecamatan Jailolo. Wisata alam berupa pulau donorotu dan pulau pasir putih yang biasa disebut fastrofiri wisata air panas di payo, bobo, saiya dan di Sahu Timur (Goal) dan yang tak kalah menariknya adalah Hutan Sidangoli yang menyimpan flora dan fauna khas Halmahera dan Hutan Tunas Putih yang menjadi habitatnya Burung Endemik (Burung Bidadari) burung tersebut kini memiliki nama lengkap Bidadari Halmahera (semi opera wallacei). >>Saleh U

Related posts