Sulawesi Utara, (MR) – Suhu Politik jelang Pilkada serentak tahun 2020 semakin terasa. Menyisakan 3 bulan lagi pilkada akan dilangsungkan, masing-masing para pendukung Paslon semakin menunjukkan rasa militansi sehingga terasa terlalu berlebihan.
Perusakan Baliho Vonnie Anneka Panambuna disini membuktikan sangat diperhitungkannya kapasitas VAP untuk lawan politik yang sedang ikut berkompetisi.
Perusakan baliho tersebut ternyata bukan hanya didaerah desa tumuyu namun disepanjang ruas jalan Lolayan hingga Dumoga dan beberapa titik lainnya yang juga ditemukannya baliho bergambarkan Vonnie Anneke Panambuna telah rusak dan hilang hal itu sangat disesalkan sekali.
Aksi perusakan baliho yang melanggar etika itu sangat disayangkan sekali.
Tindakan seperti ini kata masyarakat desa tumuyu sangat tidak terpuji karena telah merusak tatanan dekomokrasi dalam berkompetisi yang seharusnya tidak patut untuk dilakukan.
Yang dilakukan salah satu oknum tersebut merupakan sikap takut dan kekhawatiran membuktikan sangat diperhitungkannya kapasitas VAP.
Saat dihubungi mengenai perusakan baliho tersebut ibu Vonnie hanya mendo’akannya dan memerintahkan pendukung setianya untuk sama-sama mengganti baliho yang rusak dan jangan pernah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan para oknum tersebut.
“Tindakan itu sebagai tanda Tuhan sayang dengan kita semua agar kita semua dapat mendo’akan para oknum itu dan semoga Tuhan selalu memberkati mereka,”ujar Ibu VAP dengan nada lembut.
“Mari kita sama-sama ganti baliho yang rusak dengan baliho yang baru dan saya pribadi sangat mengharapkan untuk kita semua jangan membalas apa yang mereka lakukan biarkanlah Tuhan yang menegur mereka dengan kasih dan sayangnya,amin,”tambahnya. (Neni)
