Perusahaan Diminta Tak Pecat Karyawan Pengidap HIV

Made Erwin Suryadarma Sena Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kota DenpasarDenpasar,(MR)

PERUSAHAAN yang mengetahui karyawannya mengidap HIV/Aids agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja sebaliknya memberi dorongan agar terus bertahan hidup bersama warga masyarakat lainnya.

Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di Denpasar ikut memerangi penyakit HIV/AIDS yang terus meningkat penularannya. Penyebarluasan informasi bahaya HIV/AIDS gencar dilakukan dan diperluas agar masyarakat semakin faham dan dapat mengindari penularan penyakit ini.

Erwin Suryadarma menjelaskan, Denpasar menempati posisi tertinggi kasus HIV/AIDS di Bali, yakni 3.037 (42,22 persen) dari jumlah kasus di Bali sebanyak 7.551 orang yang positif terjangkit “Setelah kita melakukan sosialisasikan kepada perusahaan selanjutnya perusahaan menindaklanjuti dengan membuat action plan,” ujar Erwin Suryadarma.

Dia mengingatkan, jika ada karyawan perusahaan kena penyakit HIV/AIDS maka tidak boleh diberhentikan sebaliknya harus diperlakukan sama seperti karyawan lainnya.

Karyawan yang tertular virus HIV/AIDS sambung dia, jangan dikucilkan dan diisolasi, namun mereka harus diperlakukan seperti masyarakat yang lain. “Masyarakat yang tertular penyakit HIV/AIDS bisa melalui hubungan seks dan jarum suntik yang tidak steril,’’ ucap mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar ini.

Selain mensosialisasikan bahaya pengakit HIV/AIDS kepada perusahaan yang ada di Kota Denpasar, dia meminta, kalangan generasi muda yang tergabung dalam karang taruna (KT) ikut mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS. Caranya lewat media pemasangan baliho, ceramah di banjar-banjar agar masyarakat tahu dan memahami bahaya penyakit HIV/AIDS ini.

Pihaknya berharap seka teruna-teruni dan karang taruna ikut bersama-sama memerangi penularan penyakit berbahaya ini. “Jika tidak ada peduli terhadap bahaya penularan HIV/AIDS maka generasi muda sebagai generasi penerus bangsa akan terputus di tengah jalan,’’ tandasnya sela-sela sosalisasi tentang bahaya penyakit HIV/AIDS di Hotel Nikki Denpasar.

Dinsosnaker mengundang 30 perusahaan mengikuti sosialisasi penularan penyakit HIV/AIDS. Pasalnya, perusahaan yang ada di Kota Denpasar jarang mendapatkan pemahaman tentang bahaya penyakit yang tidak ada obat penyembuhannya sampai saat.

Dalam sosialisasi ini menampilkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD ) Denpasar, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali. >> Nyoman AP

Related posts