Kotamobagu, (MR)
Dalam menjaga kebudayaan adat Bolaang Mongondow (Bolmong) Pemerintah Kota-Kotamobagu telah mencanangkan program bahasa Mongondow kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Kotamobagu.
Namun upaya Pemkot Kotamobagu untuk membudayakan bahasa daerah tersebut belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan Walikota Kotamobagu Ir. Tatong Bara. Menurut Assisten 1 bidang Pemerintahan mengatakan bahwa program membudayakan bahasa Mongondow belum berjalan maksimal.
“Setelah dievaluasi ternyata masih banyak yang belum menerapkan program berbahasa daerah. Padahal ini adalah program dari Wali kota dan Wakil Wali kota untuk membudayakan lagi bahasa Mongondow sebagai identitas daerah” kata, Nasrun Gilalom saat memimpin apel pagi di halaman kantor walikota Kamis (3/3/2015). Gilalom merasa kecewa, karena banyak ASN yang bisa berbahasa Mongondow tapi tidak memperdulikan program tersebut.
“Ini banyak yang asli anak daerah dan bisa berbahasa mongondow tapi setelah saya perhatikan mereka tidak mau bahkan terkesan malu berbahasa Mongondow saat berada di kantor. Sangat disayangkan apabila kesadaran untuk berbahasa Mongondow tidak diterapkan,” ungkapnya.
Ditambahkan pula, bahwa peran bahasa Mongondow sangat besar dalam meningkatkan kesadaran akan mempertahankan kebudayaan Bolaang Mongondow.
“Walikota memerintahkan untuk mengecek dan menindak lanjuti program ini, apakah dijalankan atau tidak.Sebab melalui program ini kita sudah turut mempertahankan budaya bahasa kita demi generasi akan datang, dengan arus globalisasi yang semakin canggih ini. Bahasa Mongondow akan tetap di pertahankan” tutupnya. >>Romy/Neni
