Halut, (MR) – Sekitar 1.000 lebih Tenaga Kontrak Daerah (TKD) kesehatan dan tenaga guru yang mengikuti tes tertulis pada beberapa bulan lalu, akhirnya bernapas lega karena akhirnya Pemkab Halut sudah mengumumkan hasil kelulusan.
Pantauan media ini, beberapa waktu lalu, (28/8) mulai pukul 10.00-16.00 WIT ratusan calon TKD berdatangan di kantor BKD dan PSDA untuk mengecek informasi pengumuman kelulusan. Akhirnya pada pukul 16.30 WIT BKD telah tempelkan hasil kelulusan TKD. Ada beberapa calon TKD ketika dikonfirmasi media ini, menjelaskan kami datang dari pagi hanya mengrocek pengumuman, dan hasilnya kami lulus tes.
“Kami senang dan bergembira telah lulus tes TKD tenaga guru, karena TKD ini di SK kan oleh bupati sehingga gaji dan tunjangan sudah jelas dianggarkan dalam APBD”, kata TKD asal Tobelo Selatan yang namanya tak disebutkan. Hal ini sangat berbeda dengan calon TKD yang tidak lulus dalam tertulis. “Saya tidak lulus tes TKD, walaupun tidak lulus tetap mengabdi terhadap sekolah dalam hal ini mengajar terhadap siswa-siswi. Kami harapkan tahun depan pemerintah daerah akan membuka peluang tes TKD guru”, ucap salah satu calon TKD asal Galela yang tak disebutkan identitasnya.
Pantauan media ini ratusan calon TKD ada dengar hasil kelulusan bersenang dan bergembira dan juga yang duduk diam, senyum dan bersedih. Sekretaris BKD dan PSDA Halut, Ony Hendrik saat dikonfirmasi media ini, menjelaskan sebelumnya kuota yang dibutuhkan hanya 300 TKD, tetapi karena pertimbangan bupati dan wakil bupati, maka dinaikkan menjadi 436 orang.
“Sebelumnya kami mau luluskan hanya 424 orang, tetapi karena pertimbangan bupati dan hasil konsultasi dengan Dikbud Halut, maka ada penambahan tenaga guru sehingga dinaikkan menjadi 436 orang”, sebutnya. Mengenai dengan penempatan tugas di masing-masing sekolah baik SD, SMP, Puskesmas dan Pustu, akan dibuat dalam surat perjanjian kontrak kerja dan ditanda tangani oleh bupati. “Surat perjanjian kontrak kerja akan ditanda tangani oleh bupati sejak mulai terhitung September-Desember 2017. Sehingga TKD bertugas punya landasan hukum yang kuat”, katanya.
Mantan Sekretaris Dukbud Halut ini, mengungkapkan ketika kami koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Halut, sampai saat ini Halut kekurangan tenaga guru baik swasta dan negeri sebanyak 900 guru lebih. Kekurangan tenaga guru ini tersebar terbanyak di kecamatan terpencil dan terluar diantaranya kecamatan Kao Teluk, Kao Barat, Galela Utara, Loloda Utara, Loloda Kepulauan serta kecamatan dalam Tobelo dan sekitarnya. “Halut kekurangan tenaga guru sebanyak 900 guru lebih tersebar di sekolah kecamatan terpencil dan terluar. Dan yang pasti kekurangan guru di sekolah SD dan SMP akan ditempatkan sebagian besar TKD”, ucapnya.
Penempatan tugas TKD di masing-masing sekolah dimulai sejak selesai hari raya Idul Adha. Mengenai dengan gaji TKD guru dan kesehatan per bulan dibebankan dalam APBD sebesar Rp. 1,5 juta, tunjangan makan minum sebesar Rp. 420.000. Sehingga kami berharap TKD harus rajin jalankan tugas dan fungsi dalam melayani siswa-siswi dan masyarakat dalam membutuhkan kesehatan. “Dalam APBD tahun ini gaji TKD guru dan kesehatan per bulan sebesar Rp.1,5 juta ditambah tunjangan makan minum Rp.420.000”, sebutnya.
Dalam visi misi bupati dan wakil bupati selama satu periode lima tahun adalah memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan secara gratis. Sebagai dinas teknis Dikbud dan Dinkes akan melakukan evaluasi kinerja setiap bulan TKD. Untuk diketahui yang lulus TKD guru sebanyak 292, tenaga kesehatan 120 dan dokter 24 orang. “BKD akan mengevaluasi TKD guru dan kesehatan pada Desember mendatang, kalaupun sudah malas dalam menjalankan tugas dan tidak mau bertugas. Maka akan diganti dengan calon tunggu TKD yang tidak lulus”, tutup Ony. >>Karl
